Kelas Ibu Anti Stunting UMS Bekali Ibu dengan Ketrampilan Olah MPASI Berbahan Lele

  • 06 Sep 2026 21:12 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Tim pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Unit Kegiatan Mahasiswa (PPK Ormawa UKM) PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id bersama Lembaga Ibu Sigap menggelar Kelas Ibu Anti Stunting (KIAS) sesi kedua bertempat di Balai Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berfokus pada Demo Asupan MPASI (DASI) dengan memanfaatkan ikan lele hasil program B-SMART (Blimbing-Sistem Mandiri Akuaponik dan Ramuan Tradisional).

Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari sesi sebelumnya yang memberikan materi dasar mengenai stunting. Melalui sesi kedua, para ibu yang memiliki bayi, balita, serta anak berisiko stunting di Desa Blimbing tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pemenuhan gizi, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah makanan pendamping air susu ibu (MPASI) sesuai tahapan usia anak.

Ketua Pelaksana KIAS, Rengga Prayoga, menyampaikan apresiasi atas konsistensi kehadiran para ibu sejak sesi pertama. Ia menegaskan, program KIAS dirancang secara berkelanjutan agar pengetahuan mengenai gizi tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diterapkan oleh peserta di rumah masing-masing.

“Kami ingin kegiatan KIAS tidak berhenti pada penyampaian materi. Para ibu juga perlu memiliki keterampilan yang bisa langsung diterapkan di rumah, terutama dalam menyiapkan makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak,” kata Rengga Sabtu, (5/9/2026).

Pentingnya keterlibatan keluarga dalam pencegahan stunting juga disampaikan Triyani selaku Ketua PLKB. Ia menekankan peran aktif keluarga dalam mendukung keberhasilan upaya pencegahan stunting di tingkat desa. Sementara itu, Ibu Nurhayanti selaku Bidan Desa menyoroti pentingnya pemenuhan gizi anak pada masa MPASI yang menjadi salah satu fase krusial dalam mencegah risiko gagal tumbuh pada balita.

“Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Keluarga memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi, terutama ketika anak mulai mendapatkan MPASI,” ujar Triyani.

Materi MPASI disampaikan mahasiswi Ilmu Gizi UMS, Nasywahanum Illahi Rifki. Ia menjelaskan empat prinsip utama pemberian MPASI sesuai anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), yakni ketepatan waktu pemberian, kecukupan gizi, keamanan penyiapan, serta cara pemberian yang sesuai dengan tahapan usia anak.

Dalam pemaparannya, Nasywahanum juga menekankan pentingnya protein hewani sebagai salah satu komponen dalam variasi bahan MPASI untuk mendukung tumbuh kembang anak. Prinsip tersebut kemudian diterapkan melalui penggunaan ikan lele sebagai bahan utama menu yang didemonstrasikan dalam kegiatan DASI.

“MPASI perlu diberikan dengan memperhatikan waktu, kecukupan gizi, keamanan dalam penyiapan, dan cara pemberian sesuai usia anak. Protein hewani juga penting untuk menjadi bagian dari variasi bahan makanan yang diberikan kepada anak,” jelas Nasywahanum.

Ikan lele yang digunakan berasal dari hasil budi daya akuaponik program B-SMART. Pemanfaatan lele dipilih karena mudah ditemukan dan memiliki harga yang terjangkau bagi masyarakat. Dalam praktiknya, Alya Indah Amalia, mahasiswi Ilmu Gizi UMS, mendemonstrasikan pengolahan menu berbahan lele dengan tekstur yang disesuaikan untuk tiga kelompok usia anak.

Setelah demonstrasi, para ibu diberi kesempatan mempraktikkan secara langsung pengolahan menu MPASI berbahan lele dengan pendampingan tim Lembaga Ibu Sigap. Pendampingan dilakukan mulai dari pemilihan dan pembersihan bahan, termasuk memastikan lele terbebas dari duri halus, hingga proses pengolahan dan penyajian sesuai kelompok usia anak.

Praktik berlangsung interaktif. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara mengolah lele agar memiliki tekstur yang sesuai sekaligus tetap disukai anak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan post-test untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil post-test akan digunakan sebagai bahan evaluasi tim pelaksana untuk menentukan tindak lanjut program pada tahap berikutnya.

Melalui Demo Asupan MPASI, Kelas Ibu Anti Stunting diharapkan dapat membekali para ibu di Desa Blimbing dengan pemahaman sekaligus keterampilan praktis dalam mengolah MPASI sehat dan bergizi seimbang. Pemanfaatan hasil produksi lokal, seperti ikan lele dari program B-SMART, menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung pencegahan stunting dan mewujudkan generasi bebas stunting. (Edwi/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....