Cerita Warga Sumberlawang Sragen Nyaris Tewas, Leher Tersayat Kabel Internet
- 10 Sep 2026 14:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Nasib naas menimpa Ary Tio Sandy (30), warga Dusun Kedungnguter, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Ia nyaris kehilangan nyawa setelah lehernya tersangkut dan terlilit kabel fiber optik yang menjuntai di tengah jalan.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sukowati KM 1, Gemolong, Kabupaten Sragen, tepatnya di gang sebelah timur Gereja Santo Petrus, Jumat 28 Agustus 2026 dini hari sekitar pukul 01.18 WIB.
| Baca juga: Remaja Tewas Usai Tabrak Tiang Fiber Optik |
Ary menceritakan, insiden bermula saat dirinya mengendarai sepeda motor dari arah timur menuju barat untuk pulang ke rumah. Kondisi jalan dan penerangan yang minim pada malam hari membuatnya tidak melihat adanya kabel yang mengendur melintasi badan jalan.
"Saya mengendarai motor dengan kecepatan sekitar 20 sampai 30 kilometer per jam. Tiba-tiba kabel drop core fiber optik yang menjuntai rendah langsung mengenai dan menjerat leher saya. Terjadi gesekan keras hingga mengakibatkan luka sayat terbuka," kata Ary saat dikonfirmasi awak media Kamis 10 September 2026.
Pasca-kejadian, Ary langsung menuju klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Akibat insiden ini, korban mengalami luka sayat di area vital leher serta trauma fisik dan psikis.
Merasa dirugikan dan membahayakan warga lain, Ary melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen melalui saluran Lapor Bupati. Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sragen dengan menggelar verifikasi tempat kejadian perkara (TKP) bersama perwakilan penyedia jasa internet.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, kabel yang jerat leher korban terkonfirmasi sebagai milik salah satu penyedia layanan internet nasional. Kabel tersebut diketahui merupakan kabel tidak aktif (abandoned cable) yang sudah tidak digunakan sejak tahun 2015.
"Pembiaran aset mati di atas fasilitas jalan umum selama bertahun-tahun tanpa perapihan atau pemeliharaan berkala merupakan bentuk kelalaian berat yang membahayakan keselamatan jiwa masyarakat," ucapnya.
Ary juga menyatakan kekecewaannya terhadap sikap perwakilan penyedia layanan internet yang dinilai kurang berempati. Pihak penyedia layanan sempat mendatangi kediamannya secara mendadak saat ia sedang butuh istirahat total usai menyelesaikan pekerjaan fotografernya.
Selain itu, ia menyesalkan fokus pembahasan dari perwakilan yang hadir justru berulang kali mengarahkan pada skema ganti rugi kerusakan kendaraan. Padahal, motor korban sama sekali tidak mengalami kerusakan.
"Fokus utama insiden ini adalah ancaman keselamatan jiwa karena kabel terjerat di area vital leher dekat pembuluh darah, serta terganggunya produktivitas harian saya. Mengerdilkan insiden fatal ini dengan sekadar klaim fisik kendaraan menunjukkan mereka mengabaikan dampak kerugian utuh yang hampir merenggut nyawa," tuturnya.
Atas kejadian ini, Ary berharap pihak penyedia jasa internet dapat berbenah dengan melakukan pemeliharaan berkala, serta melepas kabel-kabel yang sudah tidak aktif agar tidak kembali menelan korban di kemudian hari. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....