Pembatasan TPA Putri Cempo, 90 Persen Sampah Kelurahan Mojosongo Belum Terangkut

  • 08 Sep 2026 19:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pembatasan pembuangan sampah ke TPA Putri Cempo berdampak pada pengangkutan sampah di Kelurahan Mojosongo, Kota Surakarta. Lurah Mojosongo, Katarina Kartika mengatakan, hampir 90 persen sampah di wilayahnya belum dapat terangkut maksimal sejak kebakaran terjadi di TPA Putri Cempo.

Katarina mengatakan, Mojosongo merupakan salah satu kelurahan dengan wilayah terluas di Kota Surakarta sehingga volume sampah yang harus diangkut cukup besar. Saat ini, armada yang diperbolehkan masuk ke TPA Putri Cempo untuk kelurahan hanya satu rit menggunakan kendaraan jenis L300.

“Kalau cuma dibatasi satu armada yang masuk itu kan cuma L300. Jadi itu sangat-sangat berdampak sekali terkait pengangkutan sampah dari warga, belum bisa terambil maksimal,” katanya, Selasa 8 September 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut juga berdampak pada petugas pengangkut sampah swasta yang selama ini melayani warga secara mandiri. Petugas sampah swasta belum dapat membawa sampah ke TPA Putri Cempo karena adanya pembatasan pembuangan.

“Yang belum terambil kalau Mojosongo hampir 90 persen, karena kebanyakan Mojosongo itu ada yang ikut swasta juga. Jadi yang mandiri itu belum bisa masuk,” ucapnya.

Sebagai solusi sementara, Kelurahan Mojosongo menitipkan sampah kepada armada kelurahan berukuran kecil yang masih memungkinkan menampung sampah. Langkah tersebut dilakukan sambil menunggu mekanisme baru pengangkutan dan pembuangan sampah.

Katarina mengatakan, hasil rapat koordinasi bersama BPBD, Damkar, dan DLH pada Selasa 8 September 2026, menghasilkan mekanisme baru untuk kelurahan dengan wilayah luas. Armada pengangkut nantinya dapat melakukan hingga tiga rit dalam sehari, dan Mojosongo meminta menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan.

“Tadi kita minta untuk Mojosongo diprioritaskan karena warganya begitu banyak. Kita minta tiga rit satu hari,” katanya.

Katarina menambahkan, masyarakat telah diminta bersabar menghadapi kondisi tersebut sekaligus mengurangi sampah yang dibuang ke TPA. Warga juga diarahkan memilah dan mengolah sampah dari rumah, sehingga yang dibawa ke Putri Cempo hanya sampah residu yang sudah tidak dapat diolah dan tidak memiliki nilai ekonomis. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....