Astrid Desak Kader Lingkungan Semakin Berdaya Kelola Sampah

  • 06 Sep 2026 19:35 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta — Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka Pelatihan Bank Sampah Induk Kerja Nyata Surakarta di Joglo Kecamatan Pasar Kliwon, Jumat 4 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader lingkungan sebagai penggerak masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Pelatihan bertema “Kader Lingkungan Berdaya: Komunikasi Efektif dan K3 dalam Pengelolaan Sampah” itu diikuti sekitar 100–150 kader lingkungan. Kegiatan digelar melalui kolaborasi Astra Credit Companies (ACC) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bersama Bank Sampah Induk Kerja Nyata Kota Surakarta.

Dalam arahannya, Astrid Widayani menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, kader lingkungan, dan masyarakat.

“Kader lingkungan memiliki peran strategis karena hadir paling dekat dengan warga. Bukan hanya membantu mengelola sampah, tetapi juga menjadi penggerak perubahan,” kata Astrid Widayani.

Menurut Astrid, kemampuan komunikasi menjadi salah satu bekal penting bagi kader lingkungan. Dengan komunikasi yang baik, kader diharapkan mampu menyampaikan edukasi sekaligus mengajak masyarakat membangun kebiasaan yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“Sebagus apa pun program lingkungan, kalau tidak mampu disampaikan dengan baik kepada masyarakat, tentu akan sulit mendapatkan dukungan dan partisipasi,” katanya menambahkan.

Selain kemampuan komunikasi, Astrid menekankan pentingnya pemahaman mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Hal tersebut dinilai penting karena kader lingkungan berhadapan langsung dengan sampah, peralatan kerja, serta berbagai potensi risiko dalam aktivitas pengelolaan sampah.

Orang nomor dua di Pemerintahan Kota Surakarta ini juga mengapresiasi dukungan ACC melalui program CSR, termasuk bantuan sarana lingkungan berupa komposter. Menurutnya, penguatan sistem pengelolaan sampah perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian masyarakat.

“Sampah jangan hanya dipandang sebagai persoalan, tetapi juga dapat kita kelola menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi,” ucap Astrid Widayani.

Astrid Widayani turut berharap pelatihan tersebut dapat semakin memperkuat kapasitas kader lingkungan sekaligus mendorong terbangunnya kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

“Dengan kader yang semakin berdaya, kita berharap pengelolaan sampah di Kota Surakarta semakin baik dan mampu mendukung terwujudnya kota yang bersih, sehat, aman, dan berkelanjutan,” ucapnya menambahkan. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....