Pembuangan di TPA Putri Cempo Dibatasi, Antrean Truk Sampah Mengular
- 05 Sep 2026 16:51 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Antrean truk pengangkut sampah mengular di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, menyusul pembatasan pembuangan sampah akibat kebakaran yang melanda kawasan tersebut. Setiap truk pengangkut sampah dari sejumlah kelurahan kini hanya diperbolehkan melakukan satu kali pembuangan atau satu rit dalam sehari.
Salah seorang sopir truk sampah dari Kelurahan Joyosuran, Dyan, mengatakan pembatasan tersebut telah diberlakukan selama dua hari terakhir. Sebelumnya, kendaraan pengangkut sampah dapat melakukan lebih dari satu kali perjalanan ke TPA Putri Cempo.
Menurutnya, waktu pembuangan sampah juga dibatasi mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan pengangkut sampah mengular, terutama kendaraan dari sejumlah kelurahan yang datang dalam waktu bersamaan.
“Biasanya dua rit jadi satu rit. Enggak boleh buang dua kali, cuma satu kali. Jamnya juga jam 14.00 sampai jam 17.00 aja. Setelah itu enggak boleh,” katanya, Jumat 4 September 2026.
Ia mengatakan pada hari sebelumnya antrean kendaraan belum sepanjang kondisi saat ini karena belum semua pengemudi mengetahui adanya pembatasan. Namun, setelah informasi pembatasan tersebar, kendaraan pengangkut sampah dari sejumlah wilayah datang secara bersamaan.
Dyan menyebut kendaraan pengangkut sampah dari kelurahan menggunakan mobil L300. Sampah yang dibawa kemudian diarahkan ke lokasi pembuangan sementara di sekitar kawasan TPA Putri Cempo dan tidak melalui proses penimbangan seperti biasanya.
“Ini semua angkutan kelurahan semua L300. Ini kan enggak boleh tosanya (motor roda tiga). Khusus yang L300 saja, dibatasi. Ini aja ngantrenya panjangnya luar biasa,” ucapnya.
Ia mengatakan imbauan pemilahan sampah sebenarnya telah disampaikan kepada masyarakat sejak sekitar satu bulan terakhir. Namun, menurutnya, upaya tersebut belum memberikan pengaruh signifikan terhadap volume sampah yang harus diangkut.
Pembatasan pembuangan sampah juga berpotensi menyebabkan sampah menumpuk di sejumlah wilayah. Dyan mengatakan kondisi tersebut menjadi kendala, terutama bagi petugas yang harus mengangkut sampah dari permukiman warga.
“Kalau misalkan kita libur dua hari, tiga hari, kan repot. Sampahnya makin menumpuk. Tempatnya jadi bau, banyak belatungnya,” ujarnya.
Meski demikian, Dyan mengatakan masyarakat telah mendapat informasi mengenai kendala pengelolaan sampah akibat kebakaran TPA Putri Cempo. Menurutnya, sejauh ini warga memahami kondisi tersebut dan belum banyak menyampaikan keluhan. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....