DEN dan UNS Solo Dorong Transisi Energi Panas Bumi Serta Tenaga Surya

  • 08 Sep 2026 16:05 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Dewan Energi Nasional (DEN) berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional (KEN). Acara yang menyoroti urgensi transisi menuju penggunaan energi bersih tersebut dilangsungkan secara strategis di lingkungan kampus, Selasa, 8 September 2026.

Anggota DEN, Surono, menegaskan langkah transisi sangat krusial guna memitigasi dampak perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan nasional. Ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi fosil dinilai masih sangat mengkhawatirkan karena tingginya angka impor untuk memenuhi kebutuhan harian.

"Kita butuh minyak bumi 1,6 juta barel per hari, tetapi kita hanya punya 600 ribu barel, artinya 1 juta barel diimpor per hari. Padahal, kita dikaruniai energi terbarukan seperti matahari dan panas bumi yang tidak perlu diimpor," kata Surono kepada wartawan di sela kegiatan.

Surono menambahkan Indonesia dikaruniai 40 persen potensi panas bumi global yang salah satunya terletak di kawasan Gunung Lawu.

Selain eksplorasi panas bumi yang wajib melibatkan warga sekitar, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga ditekankan menjadi solusi cepat mengatasi krisis energi.

Merespons dorongan tersebut, Ketua PUI Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS, Agus Purwanto, menegaskan kesiapan institusinya dalam mendukung kebijakan nasional.

Pihaknya secara konsisten telah mengarahkan hingga 30 persen publikasi artikel ilmiah kampus untuk berfokus pada inovasi bidang energi terbarukan.

"Secara keilmuan, kami sudah sejalan dengan kebijakan nasional. Saat ini kami bekerja sama mengembangkan Desa Berdikari Energi dan sudah memasang sistem panel surya di sepuluh titik lokasi UMKM, yang saat ini sedang dikaji peningkatan ekonominya," ujar Agus.

Optimalisasi riset di lingkungan akademis ini diharapkan mempermudah adopsi energi terbarukan di level masyarakat luas melalui skema kredit perumahan.

Langkah sinergis tersebut sangat relevan dengan target ambisius pemerintah untuk meroketkan porsi bauran energi baru terbarukan hingga mencapai 72 persen pada tahun 2060. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....