Dukung Listrik 24 Jam Pulau Rengit, UNS Kembangkan Sistem Baterai
- 30 Agt 2026 14:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkontribusi dalam pengembangan sistem energi listrik 24 jam di Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, melalui pengembangan teknologi baterai bersama PT PLN (Persero) dan sejumlah perguruan tinggi serta lembaga mitra. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) Pulau Rengit yang diresmikan pada Sabtu 22 Agustus 2026.
Kontribusi UNS difokuskan pada pengembangan teknologi baterai sebagai bagian dari sistem penyimpanan energi atau Battery Energy Storage System (BESS). Sistem tersebut terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), turbin angin, dan hydrogen fuel cell untuk mendukung pasokan listrik masyarakat.
Sebelum sistem energi terintegrasi dikembangkan, masyarakat Pulau Rengit mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang beroperasi sekitar 12 jam setiap hari, mulai pukul 18.00 hingga 06.00. Keterbatasan pasokan listrik tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk warga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan.
Ketersediaan listrik selama 24 jam diharapkan dapat mendukung aktivitas produktif masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan kulkas atau freezer skala rumah tangga untuk membantu menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, Edwin Nugraha Putra mengatakan GEET Pulau Rengit merupakan technopark pertama yang secara resmi dioperasikan PLN. Pengembangan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penyediaan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar diesel.
“Technopark ini selanjutnya akan dievaluasi untuk melihat peluang penerapan dan replikasinya di wilayah lain,” kata Edwin.
Sementara itu, keterlibatan UNS dalam pengembangan teknologi baterai menjadi bagian dari kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam membangun sistem energi terintegrasi. Universitas Gadjah Mada (UGM) terlibat dalam pengembangan fuel cell, sedangkan Universitas Bangka Belitung (UBB) mengembangkan konsep agrovoltaic.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mendorong peningkatan ketersediaan listrik di Pulau Rengit agar dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Ketersediaan energi yang lebih andal diharapkan membuka peluang pengembangan usaha produktif di wilayah tersebut.
Melalui pengembangan teknologi baterai, UNS mendorong pemanfaatan hasil riset untuk menjawab persoalan akses energi di wilayah kepulauan. Pengalaman pengembangan GEET Pulau Rengit juga membuka peluang penerapan sistem energi terintegrasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....