KKN UNS Kelompok 236 Kembangkan Manggleng Menjadi Produk Unggulan Dukuh Jontro

  • 05 Sep 2026 17:07 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sembilan Mahasiswa KKN UNS Kelompok 236 mengembangkan manggleng sebagai produk unggulan Dukuh Jontro, Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Pengembangan dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi singkong lokal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Menurut Ketua KKN Kelpmpok 236, Majid Ikhsan Al-Afif, Manggleng atau yang di sejumlah daerah dikenal sebagai balung kethek dipilih karena bahan bakunya mudah ditemukan di Dukuh Jontro. Selain itu, masyarakat setempat telah familiar dengan singkong sehingga lebih mudah dikembangkan menjadi produk olahan bernilai jual.

Majid menjelaskan program tersebut menyasar ibu rumah tangga dan masyarakat usia produktif melalui serangkaian pelatihan pengolahan manggleng. “Kegiatan pertama berlangsung Sabtu, 18 Juli 2026, dengan materi proses produksi mulai dari pengolahan singkong hingga menjadi manggleng.,” kata Majid.

Selanjutnya pada pelatihan kedua pada Sabtu, 25 Juli 2026, dengan materi pengembangan variasi rasa manggleng. “Inovasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya tarik produk sekaligus memberikan pilihan kepada konsumen,” ujar Majid.

Sementara itu Zahra, Mahasiswa lainnya mengatakan tahap berikutnya fokus pada pembentukan UMKM Manggleng melalui penguatan branding dan pemasaran digital. “Mahasiswa mendampingi masyarakat memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pemasaran,” ucap Zahra.

Menurut Zahra pendampingan juga dilakukan melalui pembuatan identitas produk yang meliputi merek, logo, kemasan, dan materi promosi digital. Langkah tersebut diharapkan membuat manggleng Dukuh Jontro memiliki identitas yang kuat dan lebih mudah dikenali konsumen.

Menanggapi program unggulan tersebut Ketua RT 03 Dukuh Jontro, Triyono, berharap pengembangan manggleng tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan KKN. “Harapannya proker ini dapat berkelanjutan, tidak hilang sebatas proker KKN,” ujarnya.

Triyono juga berharap terdapat pendampingan dalam pengawasan produksi agar kualitas manggleng tetap konsisten. “Harapannya mahasiswa KKN dapat membantu melakukan pengawasan produksi agar kualitas tetap terjaga dan manggleng nantinya mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat,” katanya. (Wiwik/Zahra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....