DLH Solo Dorong Pilah Sampah dari Rumah Kurangi Beban TPA Putri Cempo
- 07 Sep 2026 21:48 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta mendorong masyarakat memperkuat pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah tangga. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, terutama setelah terjadinya kebakaran yang masih dalam proses penanganan.
Kebakaran TPA Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, memasuki hari keenam penanganan. Petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan penyisiran di sejumlah zona, dengan Blok B menjadi salah satu titik yang paling sulit dijangkau.
Selain penanganan kebakaran, pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA menjadi bagian penting dalam pengelolaan sampah di Kota Surakarta. Pemilahan dari tingkat rumah tangga diharapkan membuat sampah yang dikirim ke TPA lebih sedikit dan didominasi residu yang tidak dapat diolah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho Adi, mengatakan gerakan pilah dan olah sampah yang dilakukan masyarakat perlu diperluas agar beban TPA Putri Cempo dapat berkurang. Menurutnya, pengelolaan sampah juga menjadi lebih mudah ketika sampah sudah dipisahkan sejak dari sumbernya.
“Kami ucapkan terima kasih pada warga Kota Solo yang akhir-akhir ini sudah banyak mau melaksanakan gerakan warga Solo pilah olah sampah. Tentu harap kalau kegiatan ini bisa skalanya lebih luas lagi, lebih masif lagi, tentu beban di TPA Putri Cempo jauh berkurang,” ujar Herwin, Minggu 6 September 2026.
Herwin menambahkan, pemilahan sampah juga telah didukung dengan armada pengangkutan yang sudah dipisahkan berdasarkan jenis sampah. Dengan demikian, sampah yang dibawa menuju TPA diharapkan benar-benar merupakan sampah residu dan material yang tidak dapat diolah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan penanganan kebakaran saat ini masih dilakukan secara bertahap. Fokus petugas mencakup penyisiran Blok C dan D serta upaya membuka akses menuju Blok B.
“Fokus hari ini tetap masih sama. Dari Blok C masih tetap, kemudian di Blok D tetap menggunakan alat berat. Hari ini juga ada bantuan dari mobil tangki PDAM, itu juga sangat membantu sekali,” kata Ari.
Menurut Ari, penanganan kebakaran membutuhkan proses karena kondisi timbunan sampah dan akses menuju sejumlah titik cukup sulit. Petugas terus melakukan penyiraman dan penyuntikan air hingga tidak ditemukan lagi titik api.
Pengurangan sampah dari sumbernya diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penanganan kebakaran. Dengan semakin banyak sampah yang dipilah dan diolah sejak dari rumah, volume sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo dapat ditekan. (Ryan Assyidiqi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....