Wayang Golek Jadi Jalan Dakwah Muhammadiyah di Solo Utara

  • 06 Sep 2026 21:21 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Surakarta – Dakwah tidak selalu harus dari mimbar. Di Solo Utara, pesan tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW disampaikan lewat wayang golek, humor, pendidikan, kesehatan, hingga bazar.

Cara itu membuat Pengajian Akbar Hari BerMuhammadiyah terasa lebih dekat dengan jamaah.

Mengusung tema “Meneladani Nabi, Mencerahkan Negeri”, kegiatan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara, Minggu 06 September 2026, dihadiri PDM Kota Surakarta, perwakilan PCM dan PRA se-Solo, PRM, serta amal usaha Muhammadiyah (AUM) se-Solo Utara.

Ketua PCM Solo Utara Ustaz Abdul Mutholib mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pengajian.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dimeriahkan bazar AUM TK, SD, SMP dan SMA/SMK, cek kesehatan gratis, serta stand ekonomi makanan dan minuman,” ujarnya.

Menurut dia, Muhammadiyah berusaha menghadirkan fasilitas yang lengkap bagi masyarakat. Mulai pendidikan, kesehatan sampai penguatan ekonomi.

Di Solo Utara terdapat TK dan PAUD, tiga SD Muhammadiyah, yakni SD Muhammadiyah 3, 5, dan 22, SMP Muhammadiyah 2, SMK Muhammadiyah 5, UM PKU, serta LAZISMU Kantor Layanan Solo Utara.

Pengajian menghadirkan Ustaz Pujiono, dai yang dikenal menggunakan wayang golek sebagai media pitutur.

Dengan tokoh-tokoh wayang dan selipan humor, ia mengisahkan berdirinya Muhammadiyah pada 18 November 1912 di Kauman, Yogyakarta, oleh KH Ahmad Dahlan bersama para santrinya.

Dakwah, katanya, harus dibuat menyenangkan. Seni dan budaya dapat menjadi media selama tidak mengandung syirik dan kemaksiatan.

Pesan akhirnya sederhana. Meneladani Nabi bukan hanya perkara besar. Membaca Al-Qur’an, menjaga lingkungan, dan membuang sampah pada tempatnya juga bagian dari akhlak.

Ia mengutip QS Al-A’raf ayat 56 agar manusia tidak membuat kerusakan di bumi. “Adab Rasulullah itu adalah SOP dalam mengarungi hidup,” katanya.

Jamaah pun mengikuti pengajian dengan khidmat. Wayang menjadi jembatan. Pesan agama menjadi lebih ringan, tetapi justru lebih mengena.

Rangkaian acara juga diawali marching band TK Aisyiyah Al-Amin Surakarta dan vokal religi dari SD Muhammadiyah 22 serta SD Muhammadiyah 3.

Kegiatan kemudian ditutup, dilanjutkan layanan kesehatan gratis, bazar sembako murah, serta stan pendidikan dan AUM persyarikatan. Semangatnya sama yaitu dakwah hadir, masyarakat bergerak, dan Muhammadiyah memberi manfaat. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....