Nilai Lomba Menghias Gapura, Wawali Surakarta Bingung Pilih Pemenang
- 11 Agt 2026 05:29 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta melanjutkan proses penilaian tahap akhir Lomba Menghias Gapura dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari total lebih dari 180 gapura yang terdaftar, tim juri bersama jajaran Pemkot telah menyaring dan menilai 10 besar finalis terbaik di berbagai sudut Kota Surakarta.
Setelah memantau tiga gapura pada Jumat lalu, penilaian berlanjut pada Senin, 10 Agustus 2026 untuk tujuh gapura sisanya.
Wakil Wali (Wawali) Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang hadir langsung meninjau lokasi penilaian mengaku terkesan dengan kreativitas dan kerapian karya para warga di tingkat kampung. Menurutnya, deretan gapura finalis menampilkan keberagaman detail hingga motif budaya yang sangat kuat.
"Alhamdulillah sudah terpilih 10 besar yang hari ini kami melanjutkan penilaian, 10 finalis bagus-bagus semua, saya sampai bingung ini milih yang mana jadi pemenang karena unsur detail, unsur keserasian warna, kemudian keindahan yang ada di lingkungannya, kemudian ikon Kota Surakarta," kata Astrid Widayani saat ditemui setelah meninjau gapura pada Senin, 10 Agustus 2026.
Astrid Widayani menambahkan bahwa ajang ini berhasil memicu keluarnya potensi seniman lokal dan pegiat budaya yang selama ini bermukim di wilayah pemukiman warga. Karakter goresan cat hingga sentuhan batik pada tembok gapura mempertegas identitas Surakarta sebagai kota budaya.
"Justru menarik bagi saya, ternyata para seniman-seniman di Kota Surakarta yang tinggal di satu wilayah itu sangat kental memberikan gambaran ciri khas goresan warna-warna di gapuranya masing-masing. Jadi saya lihat muncul banyak sekali seniman-seniman dan juga pegiat budaya yang ada di wilayah masing-masing yang hadir di 10 besar ini," katanya menambahkan
Melalui penyelenggaraan lomba ini, Pemkot Surakarta berharap semangat gotong royong dan keguyuban warga RT ataupun RW terus terjaga.
Selain itu, berbagai potensi lokal seperti seni batik, ikon kota, hingga seni pertunjukan wayang dapat terus dipromosikan secara visual kepada masyarakat luas melalui media gapura kampung. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....