FK UMS Bekali Masyarakat Desa Gonilan Manfaatkan Sampah sebagai Pupuk Tepat guna
- 20 Agt 2026 21:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Desa Gonilan, yang dikenal sebagai kawasan padat dengan aktivitas rumah tangga dan ekonomi tinggi, selama ini menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah. Data menunjukkan bahwa volume sampah di desa ini mencapai 40 ton per bulan, dengan permasalahan utama penumpukan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang menyebabkan pencemaran dan potensi penyakit.
Merespons hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ melalui program Pengabdian Masyaraakat Berbasis Pengembangandan Pemberdayaan Desan Binaan (P2DB) Direktorat Riset, Pengabdian Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) UMS menggelar kegiatan pemberdayaan kader lingkungan hidup bertajuk “Pemberdayaan Kader Lingkungan Hidup Desa Gonilan melalui Pengolahan Sampah dan Manajemen Produksi Pupuk Cair Berbasis Teknologi Tepat Guna”.
Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Gonilan yang dihadiri oleh Kepala Desa Gonilan, Sekretaris Desa, serta para kader lingkungan hidup setempat, pada, Jum’at 14 Agustus 2026
Tim pengabdian masyarakat FK UMS diketuai oleh Dr. N Juni Triastuti, M.Med.Ed, AIFO-K, CMLE, CCP, CPFP., yang beranggotakan Dr. Erna Herawati, SpKJ., dan Dr. Sri Wahyu Basuki, M.Kes., serta didampingi oleh lima mahasiswa FK UMS, yakni Anindya Leta Azalia, Zaidan Khaatam Muzakiy, Annisa Shafa Kamila, Muhammad Arfian Putra Kusnadi, dan Revalina Afroza Adani.
Juni Triastuti menyampaikan bahwa timnya memberikan edukasi dan pelatihan praktik pembuatan pupuk organik cair (POC) dari sampah rumah tangga. Selain ilmu pengolahan, mitra juga mendapat ilmu manajemen produksi serta strategi pemilahan sampah yang baik dan benar.
"Sebelum mendapatkan pendampingan, sebagian besar sampah organik di Desa Gonilan hanya ditumpuk di TPS tanpa pengolahan lebih lanjut. Kondisi tersebut mendorong tim kami menghadirkan inovasi teknologi agar potensi ekonomi sampah organik dapat dimaksimalkan sekaligus mengatasi masalah lingkungan," jelanya, Kamis 20 Agustus 2026.

Ia mengungkapkan bahwa DRPPS UMS melalui program P2DB menyerahkan bantuan berupa satu unit taman lingkungan hidup, bak sampah terpadu, mesin pencacah kompos, reaktor komposter, serta berbagai peralatan pendukung pembuatan pupuk organik cair.
“Bantuan ini diharapkan menjadi infrastruktur utama bagi masyarakat untuk mengelola sampah organik yang selama ini menjadi masalah, mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi seperti pupuk cair dan kompos,” ungkapnya.
Menurutnya, UMS juga memperkuat kapasitas kelembagaan kader lingkungan hidup melalui pendampingan manajemen produksi dan strategi pemasaran berbasis digital. Para kader dibekali sistem pencatatan produksi secara sederhana serta strategi pemasaran melalui media sosial agar pengelolaan usaha menjadi lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kepala Desa Gonilan, Rita menyambut baik kedatangan tim pengabdian masyarakat FK UMS, menurutnya, tim pengabdian FK UMS memberikan banyak wawasan dan pengalaman baru bagi masyarakat setempat.
"Kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat buat kami dan juga para ibu-ibu rumah tangga. Kami sekarang lebih paham cara memilah sampah dan mengolah sampah organik menjadi pupuk cair dan kompos yang bermanfaat," tuturnya.
Dengan adanya program pemberdayaan ini, Desa Gonilan diharapkan mampu menjadi role model pengelolaan sampah berbasis komunitas di wilayah Kartasura yang mengintegrasikan solusi teknis dengan pemberdayaan sosial untuk menciptakan lingkungan yang sehat, hijau, dan mandiri.
Melalui penguatan inovasi, pendampingan, dan kolaborasi berkelanjutan, UMS berharap model pengelolaan sampah di Desa Gonilan dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi sirkular berbasis desa yang tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Edwi/Rill)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....