Mahasiswa PLP II UMS Gelar “Gebyar Anak Merdeka” di MIM PK Kartasura
- 24 Agt 2026 18:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id turut menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan “Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia MI Muhammadiyah PK Kartasura Tahun 2026” dengan mengusung tema “Gebyar Anak Merdeka”.
Kegiatan yang berlangsung pada 4-6 Agustus 2026 tersebut melibatkan seluruh siswa dan guru MI Muhammadiyah PK Kartasura. Beragam perlombaan disiapkan oleh mahasiswa PLP II UMS dengan menyesuaikan karakteristik peserta didik pada setiap fase.
Selain menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, rangkaian perlombaan tersebut dirancang sebagai sarana belajar melalui permainan yang menyenangkan. Kegiatan diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan kerja sama, ketangkasan, keberanian, sportivitas, dan kreativitas.
Mahasiswa PLP II UMS, Alfina Dwiyanti, selaku salah satu penyelenggara kegiatan, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan upaya mahasiswa menghadirkan aktivitas yang dapat memberikan pengalaman positif bagi peserta didik.
“Kegiatan ini dibuat dengan tujuan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan kepada siswa. Kami ingin perlombaan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada siapa yang menang atau kalah, tetapi juga dapat melatih kerja sama, kekompakan, keberanian, ketangkasan, dan sportivitas siswa,” ujar Alfina, Minggu 23 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, jenis permainan dirancang berbeda untuk setiap fase agar sesuai dengan usia dan kemampuan peserta didik. Mahasiswa juga memilih permainan yang sederhana, menarik, serta memungkinkan siswa berpartisipasi secara aktif.
Pada Fase A yang terdiri atas siswa kelas 1 dan 2, perlombaan meliputi Estafet Karet dengan Sedotan, Estafet Sarung, dan Estafet Trenggiling. Permainan tersebut dirancang untuk melatih koordinasi gerak, kekompakan, serta kemampuan siswa dalam mengikuti aturan permainan.
Sementara itu, siswa Fase B kelas 3 dan 4 mengikuti lomba Bawa Gelas Pakai Balon, Memasukkan Pensil dalam Botol, dan Estafet Trenggiling. Permainan tersebut mendorong peserta untuk bekerja sama dan berkomunikasi dengan anggota tim dalam menyelesaikan tantangan sesuai waktu yang ditentukan.

Adapun siswa Fase C kelas 5 dan 6 mengikuti lomba Menjinakkan Bom, Estafet Tepung, Estafet Trenggiling, dan Suite Box. Jenis permainan pada fase ini dirancang lebih menantang dengan melibatkan strategi, koordinasi, ketelitian, dan kecepatan siswa.
Kemeriahan kegiatan juga melibatkan para guru. Mahasiswa PLP II UMS menghadirkan perlombaan khusus, yakni Kursi Bernyanyi untuk ustazah, Bola Buta untuk ustaz dan ustazah, serta Makan Kerupuk untuk ustaz. Keterlibatan guru turut membangun suasana kebersamaan antara guru, siswa, dan mahasiswa PLP II UMS.
Selain itu, mahasiswa PLP II UMS memberikan ruang partisipasi bagi siswa inklusi melalui lomba Kipas Ikan. Dalam perlombaan tersebut, siswa menggunakan kipas untuk mengarahkan ikan menuju tempat yang telah disediakan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memastikan seluruh siswa dapat terlibat dalam perayaan kemerdekaan dengan menyesuaikan aktivitas berdasarkan kemampuan masing-masing.
Guru MI Muhammadiyah PK Kartasura, Ustaz Rio, mengapresiasi kegiatan yang diusung mahasiswa PLP II UMS. Menurutnya, perlombaan tersebut memberikan suasana berbeda bagi siswa sekaligus menjadi sarana untuk mengembangkan berbagai kemampuan mereka.
“Adanya lomba yang diusung mahasiswa PLP ini sangat membantu sekolah dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan. Anak-anak terlihat antusias dan senang mengikuti setiap kegiatan. Yang paling penting, kegiatan ini tidak hanya membuat anak bermain, tetapi juga mengajarkan mereka untuk bekerja sama, berani, sportif, dan mengikuti aturan,” ungkap Ustaz Rio
Ia menambahkan, keberagaman permainan yang disiapkan mahasiswa dapat mengakomodasi siswa dari berbagai jenjang. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman belajar melalui aktivitas yang bersifat langsung dan menyenangkan.
“Kegiatan yang dibuat mahasiswa PLP sangat positif karena anak-anak mendapatkan pengalaman di luar pembelajaran rutin di kelas. Mereka belajar berinteraksi dengan teman, bekerja dalam kelompok, dan menyelesaikan tantangan bersama. Guru juga bisa melihat bagaimana karakter dan kemampuan anak berkembang melalui kegiatan seperti ini,” tambahnya. (Edwi/Rill)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....