Pemulung Putri Cempo Desak Pemkot Solo Jamin Mata Pencaharian
- 01 Sep 2026 12:37 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Sejumlah pemulung yang tergabung dalam Paguyuban Pemulung Putri Cempo menggelar aksi di Balai Kota Surakarta, Selasa 1 September 2026. Mereka mendesak Pemerintah Kota Surakarta menjamin keberlangsungan mata pencaharian pemulung di tengah perubahan pengelolaan sampah di TPA Putri Cempo.
Para peserta aksi meminta akses terhadap sampah yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi pemulung. Mereka juga berharap pemerintah tidak mengambil kebijakan pengelolaan sampah yang berdampak pada hilangnya sumber penghasilan.
Ketua Paguyuban Pemulung Putri Cempo, Karni, mengatakan persoalan ekonomi menjadi salah satu tuntutan utama dalam aksi tersebut. Berkurangnya sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo disebut berdampak langsung terhadap penghasilan para pemulung.
“Intinya tuntutannya tentang satu ekonomi, dua kesehatan, tiga lingkungan. Untuk ekonomi, ekonomi kita berkurang,” kata Karni.
Ia berharap pemerintah membuka ruang dialog dengan warga dan pemulung untuk membahas persoalan yang terjadi. Paguyuban ingin menyampaikan langsung kondisi yang dihadapi masyarakat kepada Wali Kota Surakarta.
“Harapan warga dan pemulung, kita cuma ingin diskusi sama Bapak Wali Kota di wilayah kita, biar Bapak Wali Kota itu mendengar keluh kesah warga dan pemulung,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, mengatakan Pemkot Surakarta menghormati aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut. Pemerintah, menurutnya, akan mencari solusi terhadap persoalan ekonomi, kesehatan, dan lingkungan yang dikeluhkan warga.
Terkait mata pencaharian pemulung, Herwin mengatakan DLH telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta. Pemerintah melakukan pendataan terhadap pemulung, khususnya warga ber-KTP Kota Surakarta, untuk menyiapkan bentuk intervensi yang memungkinkan.
“Yang usia produktif, nanti akan kita coba komunikasikan dengan Disnaker untuk diberikan pelatihan dan nanti mungkin dipekerjakan di sektor-sektor yang lain,” kata Herwin.
Menurutnya, pemerintah juga akan terus mengevaluasi pengelolaan TPA Putri Cempo. Aspirasi pemulung dan warga akan menjadi bagian dari upaya mencari solusi terhadap persoalan yang muncul di kawasan tersebut. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....