Warga Keluhkan Bau hingga Gangguan Kesehatan akibat Aktivitas TPA Putri Cempo

  • 24 Jul 2026 20:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Warga yang tinggal di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo kembali menyampaikan keluhan mengenai dampak aktivitas pengelolaan sampah saat mengikuti audiensi bersama DPRD Kota Surakarta dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Solo Raya di Gedung DPRD Kota Surakarta, Jumat, 24 Juli 2026.

Dalam forum tersebut, warga mengaku masih menghadapi persoalan bau menyengat, kebisingan operasional, hingga kekhawatiran terhadap gangguan kesehatan.

Salah seorang warga RT 02 RW 39 Mojosongo, Sri Handayani, mengaku anaknya pernah didiagnosis menderita pneumonia saat masih berusia 10 bulan. Ia menyebut dokter menanyakan kemungkinan adanya paparan pencemaran lingkungan setelah memastikan tidak terdapat faktor lain di lingkungan keluarga.

"Saya jelaskan rumah saya berada tepat di belakang kawasan pengolahan Putri Cempo. Dokter menyampaikan kemungkinan kondisi lingkungan itu menjadi salah satu pemicu penyakit anak saya," ujarnya.

Sri juga mengaku hingga kini masih merasakan bau menyengat hampir setiap hari serta kebisingan aktivitas pengolahan sampah yang berlangsung hingga malam hari.

Ia berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji, tetapi benar-benar menghadirkan solusi bagi warga yang selama bertahun-tahun terdampak aktivitas TPA Putri Cempo.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta Herwin Tri Nugroho mengatakan Pemerintah Kota Surakarta tengah melakukan penataan menyeluruh terhadap TPA Putri Cempo sebagai bagian dari penghentian praktik open dumping.

Selain menata timbunan sampah dan membangun instalasi pengolahan lindi, DLH juga melakukan pemantauan kualitas udara dan kualitas air secara rutin.

"Kami memahami adanya keluhan warga. Karena itu berbagai perbaikan terus kami lakukan agar pengelolaan TPA semakin ramah lingkungan dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan," kata Herwin.

Ia juga meminta dukungan masyarakat dan mahasiswa untuk mengurangi sampah organik yang dibuang ke TPA melalui pemilahan sejak dari rumah karena langkah tersebut dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengurangi bau serta timbulan sampah di Putri Cempo. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....