Kasus Kebakaran di Kabupaten Boyolali Melonjak pada Bulan Agustus
- 30 Agt 2026 17:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali — Kasus kebakaran di Kabupaten Boyolali mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2026, khususnya sejak memasuki bulan Agustus. Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Boyolali, mencatat adanya ratusan kejadian bencana kebakaran dari awal tahun hingga akhir Agustus.
Berdasarkan data rekapitulasi Damkar Boyolali, tercatat sebanyak 125 peristiwa kebakaran terjadi selama periode Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut terdiri dari 63 kasus kebakaran lahan, 31 kebakaran rumah, 22 kebakaran tempat usaha (seperti pabrik dan kandang ayam), 5 unit kendaraan, serta 4 kejadian lainnya.
Ditemui pada Jumat, 28 Agustus 2026, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Boyolali, Supriyono, mengungkapkan bahwa peningkatkan kasus paling tajam terjadi pada bulan Agustus. Lebih dari sepertiga total kasus sepanjang tahun ini menumpuk di bulan tersebut, dengan dominasi kasus kebakaran lahan.
"Jadi, kebakaran itu dari Januari sampai dengan Agustus ada sejumlah 125 kebakaran. Terus yang menjadi perhatian itu dari 125 kejadian itu ternyata di bulan Agustus saja ada sejumlah 49 kejadian. Hampir separuhnya dari 125 itu hanya di Agustus. Ini sesuatu yang luar biasa dan perlu menjadi perhatian," kata Supriyono.
Supriyono menjelaskan, kelalaian masyarakat menjadi faktor utama pemicu maraknya insiden ini, seperti aktivitas membakar sampah atau membersihkan lahan tanpa pengawasan yang memicu api merembet.
Selain itu, kelistrikan juga kerap memicu kebakaran besar pada bangunan tempat usaha. Guna menekan angka kejadian, pihak Damkar Boyolali gencar melakukan langkah preventif, mulai dari sosialisasi media, himbauan langsung, hingga penerbitan surat edaran ke tiap Kecamatan. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.
"Himbauan untuk masyarakat ya yang pertama untuk hati-hati membakar sampah, membakar lahan untuk diawasilah. Kemudian yang kedua periksa jaringan listrik secara berkala masih layak atau tidak. Terus jangan menumpuk steker berlebihan, apalagi untuk alat-alat yang memang membutuhkan listrik besar," katanya menambahkan.
Sebagai informasi, saat ini pelayanan penanggulangan kebakaran di Kabupaten Boyolali ditopang oleh empat pos Damkar dengan armada sebanyak tujuh unit mobil pemadam. Empat pos tersebut yakni, Pos Damkar pusat di kantor Satpol PP Boyolali, Pos Wonosegoro, Pos Marhaen dan Pos Klego.
Masyarakat diharapkan dapat segera melapor jika mendapati potensi atau kejadian kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....