Mengenal Makna Sakral Tradisi Matatah Massal di Pura Pasekan Agung
- 29 Agt 2026 14:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Rangkaian Upacara Piodalan 2026 di Pura Pasekan Agung, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, diwarnai dengan pelaksanaan tradisi sakral matatah atau potong gigi massal yang diikuti puluhan umat Hindu, Sabtu 29 Agustus 2026. Ritual ini merupakan bagian dari pembinaan spiritual bagi generasi muda yang tengah beranjak dari masa kanak-kanak menuju dewasa.
Sekretaris Panitia Piodalan, Mangku Yoss Adi Saputra, menegaskan tradisi matatah bukan sekadar prosesi fisik, melainkan simbol pelepasan Sad Ripu atau enam jenis noda buruk dalam diri manusia.
Mangku Yoss meyebut melalui ritual pengasahan gigi ini, enam sifat negatif tersebut diharapkan dapat bertransformasi menjadi Sad Guna atau enam nilai kebaikan dan kegunaan hidup.
"Matatah ini dimaksudkan untuk melepaskan Sad Ripu atau enam noda dalam diri kita ketika beranjak dewasa. Diharapkan sifat itu berubah menjadi Sad Guna atau enam kegunaan bagi sesama," kata Sekretaris Panitia Piodalan, Mangku Yoss.
Prosesi matatah diawali dengan tahap medengen-engen atau menek de sebagai penanda akil baligh, lalu dilanjutkan dengan ngekeb atau pematangan gigi secara simbolis menggunakan kain khusus.
Mangku Yoss menambahkan sebelum naik ke balai pemotongan gigi, para peserta dibangunkan menggunakan kidung dan nyanyian tradisional yang penuh nilai edukasi spiritual.
"Ada nyanyian tradisional seorang ibu yang membangunkan anaknya untuk menyambut hari baru. Ini adalah tradisi leluhur yang terus kami jaga dan fasilitasi bagi umat," ujar Mangku Yoss menambahkan.
Dari total pendaftar awal, sebanyak 38 peserta dinyatakan lolos dan dapat mengikuti prosesi hingga selesai. Panitia menerapkan aturan ketat, seperti pengecualian bagi peserta wanita yang sedang datang bulan serta mengimbau peserta agar tidak mengabaikan kewajiban pendidikan formal di sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....