Gamelan Sekaten Mulai Ditabuh Tandai Tradisi Islam Keraton Surakarta

  • 19 Agt 2026 12:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Persiapan pelaksanaan Sekaten di Masjid Agung Keraton Surakarta mulai dilakukan dengan prosesi Miyos Gongsa Sekaten, Rabu 19 Agustus 2026. Dua gamelan pusaka Keraton Surakarta Hadiningrat, yakni Kangjeng Kyai Guntur Sari dan Kangjeng Kyai Guntur Madu, dikeluarkan untuk mengawali rangkaian tradisi tersebut.

Ketua Lembaga Dewan Adat dan Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Hangabehi, GKR Koes Murtiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mengatakan gamelan Sekati mulai ditabuh pada Rabu 19 Agustus 2026. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Dalam rangka Sekaten. Nggih dan nanti mulai ditabuh kan jam setengah dua, setengah dua siang," ujarnya.

Menurutnya, tradisi Sekaten telah berlangsung sejak masa Demak dan menjadi bagian dari cara para leluhur Keraton menyampaikan syiar Islam kepada masyarakat. Tradisi tersebut kemudian berkembang dan tetap dipertahankan hingga saat ini.

Ia menjelaskan, gamelan yang digunakan dalam Sekaten dikenal dengan nama Kyai Sekati. Nama tersebut berkaitan dengan makna Sekaten yang juga dikaitkan dengan istilah Sahadaten, sebagai bagian dari syiar Islam.

"Dari syiar Islam yang bergandengan dengan gamelan ini, ini makanya gamelannya juga Kyai Sekati," ucapnya.

Gusti Moeng menambahkan, masyarakat yang datang mendengarkan gamelan Sekaten pada masa awal tradisi tersebut juga diarahkan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Hal itu menjadi bagian dari fungsi Sekaten sebagai sarana dakwah Islam.

Sementara itu, salah satu masyarakat, Endang Kusumastuti, mengaku tertarik menyaksikan langsung gamelan pusaka Keraton dikeluarkan dalam rangkaian Sekaten. Baginya, momen tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan menyaksikan gamelan saat ditabuh di depan Masjid Agung.

"Sangat menarik, ya. Apalagi saya baru pertama kali melihat gamelan itu keluar dari keraton," katanya.

Endang mengatakan dirinya berencana kembali menyaksikan prosesi penabuhan gamelan menjelang pelaksanaan Sekaten.

"Saya juga mau melihat, ini mendengarkan gamelan itu dibunyikan, menjelang nanti Sekaten, ya," ucapnya.

Berdasarkan jadwal Miyos Gongsa Sekaten Karaton Surakarta Hadiningrat, Rabu 19 Agustus 2026, prosesi Miyos Gongsa Gamelan Sekati Kangjeng Kyai Guntur Sari dan Kangjeng Kyai Guntur Madu berlangsung pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, Mungel Gongsa Sekati dijadwalkan pukul 14.00 WIB.

Penabuhan Gongsa Sekati kemudian berlangsung setiap hari pada 19-25 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB. Rangkaian Sekaten ditutup dengan Garebeg Mulud pada Rabu 26 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....