Pemkab Boyolali Rampungkan Sejumlah Pembenahan di Pasar Rakyat Nogosari Baru

  • 29 Agt 2026 13:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali – Meski telah diresmikan dan mulai dioperasikan pada Kamis, 27 Agustus 2026, Pasar Rakyat Nogosari Baru Kabupaten Boyolali masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah (PR).

Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) berkomitmen untuk segera melengkapi fasilitas fisik serta mendorong keramaian aktivitas pasar.

Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana mengungkapkan bahwa pasca peresmian, pembenahan akan terus dilakukan agar seluruh fasilitas pendukung di Pasar Nogosari Baru berfungsi secara optimal. Selain pembenahan fisik, pengawasan kebersihan dan kenyamanan pasar menjadi prioritas utama demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"PR-nya kita harus menjaga kebersihan. Tadi yang masih ada yang kurang-kurang, kita benahi biar fasilitasnya komplit, pasarnya bersih, nyaman, aman, dan ramai. Kesejahteraan masyarakat otomatis juga semakin bagus," kata Dwi Fajar Nirwana.

Tak hanya Pasar Nogosari Baru, ditambahkan Dwi Fajar Nirwana bahwa masih ada juga sejumlah pasar yang berada di wilayah lain masuk dalam target revitalisasi dan optimalisasi aset agar tidak mangkrak.

"Ini masih ada proses pembangunan di Pasar Karanggede, kemudian nanti di Ampel juga ada revitalisasi. Hari ini kita manfaatkan semua aset-aset yang sudah terbangun untuk masyarakat," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Purnawan Raharjo merinci beberapa kendala teknis minor yang langsung ditangani pasc peresmian, seperti tumpahan air tandon yang merusak gipsum plafon serta masalah vandalisme yang sempat terjadi saat bangunan belum ditempati.

"Air dari tandon yang belum ada otomatisnya sempat meluber kena gipsum, itu baru tadi malam. Nanti pelan-pelan kita benahi bareng dengan paguyuban. Masalah vandalisme juga kita dorong pemanfaatan lebih cepat agar pasar ini terpelihara dan lebih aman," ucap Purnawan Raharjo.

Ditambahkan Purnawan Raharjo, untuk meramaikan pasar dan menutupi sisa los yang belum terisi penuh dari total 474 unit los dan 67 kios, Disdagperin menyiapkan strategi promosi daerah. Salah satunya dengan menggandeng pihak kecamatan dan sekolah untuk mengadakan berbagai agenda publik di lingkungan pasar.

"Kita dorong kegiatan-kegiatan umum atau event nanti menggunakan area pasar ini, misalnya lomba gantangan burung atau program outing class sekolah-sekolah ke pasar. Paguyuban juga sudah eksis untuk mendorong pedagang segera menempati lokasi," ucapnya menambahkan.

Sebagai informasi, pembangunan Pasar Rakyat Nogosari Baru sejak mulai dibangun pada 2019 hingga 2024 menghabiskan dana sebesar Rp15,24 miliar.

Dengan berbagai pembenahan dan stimulus event, pasar ini diharapkan siap beroperasi 100 persen dan dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Boyolali secara maksimal mulai 2027 mendatang. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....