Para Pedagang Eks PGS Pindah Jualan ke Pasarklewer dan BTC, namun Ngeluh Sewa Mahal
- 09 Agt 2026 05:27 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Para Pedagang eks Pusat Grosir Solo PGS berpindah jualan ke Pasar Klewer dan Beteng Trade Center BTC.
Hanya saja mereka mengeluhkan biaya sewa di kedua pusat perbelanjaan tersebut cukup tinggi, akhirnya tak sedikit pedagang yang membuka usaha dirumah.
Setelah Perusahaan pengelolanya dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan, aktivitas jual beli di Pusat Grosir Solo PGS mulai terhenti.
Hal tersebut menjadikan para pedagang yang selama dua dekade berjualan di PGS harus mengosongkan kios dan mencari tempat usaha baru. Pantauan rri.co.id Rabu (5 Agustus 2026) selama sepekan terakhir ini para pedagang PGS membongkar etalase, mengemas barang dagangan juga manekin dan membersihkan kios sebelum meninggalkan Pusat Perbelanjaan tersebut.
Salah satunya Ilham Pedagang pakaian asal Solo yang telah berjualan di PGS hampir 20 tahun mengaku terpaksa menutup tiga kios miliknya akibat penutupan PGS secara permanen. Dari 3 kios yang dimilikinya di PGS Ilham kini hanya sanggup menyewa 1 kios saja ditempat yang baru yakni di pasar klewer Solo.
" Kami disini ada 3 kios . ya sekarang harus tutup karena PGS diaudit.Berdasarkan kesepakatan antara pedagang dengan PGS ini untuk diaudit harus ditutup 30 Juli pedagang diberi tenggang waktu tujuh hari untuk memindahkan barang dagangan sebelum gedung dikosongkan," kata Ilham.
Hal tersebut menjadikan para pedagang memilih pindah menyewa lokasi perdagangan lain seperti di pasar Klewer, BTC . Sementara lainnya terpaksa memindahkan usaha ke rumah karena keterbatasan modal dan biaya untuk buka kios baru.
Sementara itu manager marketing Communication PGS Solo Bactiar Ibnu Fadli mengatakan meluruskan pangkal permasalahan yang memicu penghentian operasional gedung. menurutnya kegagaklan dalam aspek investasi menjadi salah satu penyebab utama PGS dinyatakan Pailit oleh pengadilan.
"Ini bukan pailit karena enggak laku atau sepi, tapi dipailitkan . satu satunya faktor adalah investasi yang gagal," katanya
Fadzi menambahkan jumlah pengunjung hingga menjelang penutupan PGS masih menjadi tujuan utama wisata belanja di solo dibandingkan pusat grosir lainnya. Rencana penghentian operasional sudah terindikasi sejak beberapa bulan lalu seiring habisnya masa kontrak para tenant managemen, memilih tidak lagi memperpanjang sewa kios.
Secara bertahap pedagang menysut dari kapasitas awal 700 kios aktif , angka tersebut seiring berjalannya waktu jumlah penyewa tersebut menyusut hanya hanya tersisa 60 kios dimasa masa akhir menjelang penutupan.dari 60 kios terakhir yang bertahan diperkirakan ada 400 pekerja yang kehilangan mayta pencaharian. (SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....