Pasar Raya TBJT Tarik Ribuan Pengunjung Perkuat Ekosistem Budaya Jawa Tengah
- 31 Jul 2026 20:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pasar Raya Ke-3 Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Tahun 2026 sukses menjadi ruang kolaborasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif dengan menarik sedikitnya 19.256 pengunjung selama penyelenggaraan pada Senin 20 Juli 2026 hingga Jumat 31 Juli 2026. Capaian tersebut menjadi modal bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong agenda budaya itu masuk dalam kalender event nasional.
Pada malam penutupan Pasar Raya Ke-3 TBJT di Surakarta, Plt. Kepala Taman Budaya Jawa Tengah, Sarido, melaporkan berbagai pertunjukan seni dan pameran berhasil diselenggarakan selama 12 hari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Jawa Tengah ke-81 bertema "Road to Harmony of Java, Gumregut Nyawiji".
Selama penyelenggaraan, Pasar Raya menghadirkan 61 kelompok seni pertunjukan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Selain itu, tampil 10 kelompok seni lesung, lima kelompok barongsai, lima kelompok reog, serta 20 grup band. Di bidang seni rupa, dipamerkan 100 karya lukis, 15 karya instalasi, dan tiga karya patung. Sementara sektor ekonomi kreatif diikuti 25 stan UMKM.
Sarido mengatakan antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa TBJT masih menjadi destinasi budaya yang diminati berbagai kalangan.
"Pengunjung sampai tadi malam kurang lebih sekitar 19.256 orang. Kami sangat berbahagia artinya Taman Budaya Jawa Tengah masih menjadi tempat wisata bagi seluruh generasi," ujarnya.
Ia menambahkan keberhasilan penyelenggaraan tidak lepas dari dukungan pemerintah, seniman, pelaku UMKM, relawan, hingga masyarakat. "Meski demikian, panitia tetap akan melakukan evaluasi agar pelaksanaan tahun berikutnya semakin baik," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pasar Raya. Menurutnya, keberhasilan tiga kali penyelenggaraan berturut-turut membuka peluang agar kegiatan tersebut diusulkan menjadi bagian dari Kalender Event Nusantara.
"Kalau sudah tiga kali berturut-turut nanti kita usulkan menjadi kalender event Nusantara," katanya.
Hanung menegaskan tema "Road to Harmony of Java, Gumregut Nyawiji" bukan sekadar slogan, tetapi ajakan untuk memperkuat persatuan melalui seni dan budaya. "Semangat gumregut mencerminkan kerja bersama yang penuh optimisme, sedangkan nyawiji bermakna menyatukan langkah tanpa memandang perbedaan latar belakang," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan Taman Budaya Jawa Tengah sebagai ruang berekspresi, berkarya, dan belajar. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan milik masyarakat Jawa Tengah yang harus dioptimalkan untuk melestarikan sekaligus mengembangkan kebudayaan.
Hanung menyebut keberhasilan Pasar Raya menunjukkan TBJT telah berkembang menjadi ruang publik budaya yang hidup. "Tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga wadah kolaborasi, pembelajaran, dan pengembangan ekonomi kreatif," ucapnya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperkuat sinergi antara kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, terutama mendukung tema pembangunan tahun 2027 yang berfokus pada pariwisata berkelanjutan. (Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....