Mangkrak Pasca Pembangunan, Pasar Rakyat Nogosari Baru Akhirnya Resmi Beroperasi

  • 29 Agt 2026 13:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali – Setelah mangkrak dan tidak termanfaatkan sejak mulai dibangun pada tahun 2019 hingga 2024 lalu, Pasar Rakyat Nogosari Baru di Kabupaten Boyolali akhirnya resmi beroperasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah utara.

Peresmian dan pemanfaatan aset daerah ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), Purnawan Raharjo, pada Kamis 27 Agustus 2026. Pasar yang berdiri di atas lahan seluas 3.845 meter persegi ini memiliki kapasitas 67 unit kios dan 474 unit los.

Purnawan menyampaikan, pengoperasian pasar ini ditujukan untuk mengoptimalisasi aset Pemkab Boyolali yang sempat tertunda penggunaannya. Guna merangsang aktivitas ekonomi pedagang baru, Pemkab Boyolali memberikan kebijakan insentif berupa pembebasan retribusi pasar hingga akhir tahun 2026.

"Tujuan dibukanya atau dimanfaatkannya Pasar Nogosari ini adalah merupakan optimalisasi aset kita karena sudah dibangun, sehingga akan memberikan stimulan terkait dengan kegiatan perekonomian. Insyaallah nanti akan mengangkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Boyolali khususnya Nogosari. Kita akan berikan insentif atau pembebasan retribusi sampai dengan tahun ini, tahun 2026, baru nanti 2027 kita evaluasi," kata Purnawan Raharjo.

Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana menekankan bahwa kehadiran Pasar Nogosari Baru tidak akan menggantikan atau mengganggu keberadaan pasar tradisional yang lama.

Pemkab Boyolali menerapkan skema adaptasi bertahap, di mana pedagang lama tetap diperbolehkan berjualan di pasar eksisting, sementara pasar baru diperuntukkan bagi pedagang baru maupun masyarakat yang membutuhkan akses belanja terdekat.

"Pasar Nogosari ini telah dibangun dari tahun 2019 dan belum termanfaatkan, dan Alhamdulillah hari ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Nogosari dan sekitarnya. Nanti Pasar Nogosari yang baru ini berpindah secara bertahap tanpa harus mengganggu keberlangsungan Pasar Nogosari yang lama," ucap Dwi Fajar Nirwana.

Wabup Dwi Fajar juga mengimbau para pedagang untuk mengubah citra pasar tradisional menjadi lebih bersih, aman, dan nyaman. Selain kebersihan dan kerapian bangunan, pedagang diajak untuk mulai menerapkan ekosistem transaksi digital (non-tunai) seperti QRIS guna mengikuti perkembangan zaman.

"Rubah citra pasar tradisional menjadi pasar yang bersih, aman, dan nyaman. Pedagang juga harus siap mengikuti tren perkembangan baru yaitu digitalisasi pasar dengan opsi pembayaran non-tunai," ucapnya menambahkan.

Untuk mendukung ekosistem pasar baru ini, Pemkab Boyolali juga melibatkan berbagai dinas terkait, seperti Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan untuk kepastian pasokan barang pokok dari Bulog, Dinas DPMPTSP untuk pemuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis bagi pedagang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk pengelolaan sampah, hingga dukungan perbankan daerah.

Diharapkan dengan mulai beroperasinya Pasar Rakyat Nogosari Baru, denyut perekonomian warga di kawasan utara Boyolali semakin bergairah dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....