Pasar Jongke Solo Sepi, Sejumlah Kios dan Los Ditinggalkan
- 26 Agt 2026 15:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Aktivitas perdagangan di Pasar Jongke, Surakarta, masih menghadapi persoalan sepinya pembeli setelah revitalisasi pasar rampung. Kondisi tersebut membuat sejumlah kios dan los kosong atau ditinggalkan pedagang, sementara sebagian pedagang memilih tetap berjualan untuk mempertahankan usahanya.
Lurah Pasar Jongke, Ali Muhlison, mengatakan terdapat sekitar 80 los yang benar-benar kosong dan sekitar 90 los lainnya ditinggalkan pemiliknya. Untuk lantai dasar, terdapat sekitar 14 kios yang belum ditempati kembali, termasuk 12 kios yang pemiliknya belum memberikan respons.
Menurut Ali, sebagian pedagang yang meninggalkan kios merupakan pedagang dari pasar darurat sebelum Pasar Jongke direvitalisasi. Mereka tidak kembali mengurus tempat dagang setelah pasar baru selesai dibangun.
"Jadi dari pasar darurat pun mereka juga tidak mengurus tempatnya. Dan kembali ke pasar yang baru ini mereka juga tidak datang sampai sekarang hampir dua tahun," katanya, Rabu 19 Agustus 2026.
Ali mengatakan sepinya aktivitas perdagangan diduga menjadi salah satu faktor pedagang tidak kembali menempati kios. Namun, pihak pengelola juga mengalami kendala untuk menghubungi sejumlah pemilik kios yang tidak lagi mengurus tempat dagangnya.
"Kalau dilihat ya seperti itu, sepi. Kita sendiri juga tidak tahu kontak mereka yang tidak mengurus itu, jadi kita kesusahan mengurus mereka," katanya.
Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Jongke, Putri, mengatakan kondisi pasar saat ini berbeda dibandingkan sebelum bangunan direvitalisasi. Menurutnya, pasar lama lebih ramai dan aktivitas pembeli di pasar baru cenderung menurun setelah memasuki siang hari.
"Kalau pasarnya lebih ramai yang dulu. Yang sekarang ya kondisinya kayak gini. Kalau sudah jam segini itu sudah sepi banget," kata Putri.
Putri yang telah berjualan di lokasi tersebut sekitar 10 tahun mengatakan pembeli biasanya ramai pada pagi hari. Aktivitas pembeli paling banyak berlangsung sekitar pukul 07.00 hingga 10.30 atau 11.00 WIB.
Putri saat ini berjualan barang mebel bekas dan pakaian. Ia mengatakan penjualan tidak menentu karena dalam sehari terkadang ada barang yang terjual, tetapi pada waktu lain tidak ada pembeli.
"Enggak tentu. Sehari-hari kadang laku, kadang enggak. Kadang seminggu ya ada sejuta," ucapnya.
Ia berharap kondisi Pasar Jongke kembali ramai sehingga pedagang dapat meningkatkan penjualan. Putri berharap pemerintah dapat membantu menciptakan kondisi yang mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk datang berbelanja ke pasar. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....