IMM Sukoharjo Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

  • 27 Agt 2026 14:25 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO.ID Surakarta - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 26 Agustus 2026.

Aksi yang berlangsung selama dua hari, yakni 26 dan 28 Agustus 2026, tersebut dilaksanakan di kawasan lampu merah UMS itu melibatkan mahasiswa UMS https://ums.ac.id yang merupakan kader dari komisariat IMM Sukoharjo, yakni IMM Shabran, IMM Abduh, IMM Pesma, dan IMM Misbach UIN Raden Mas Said.

Kegiatan dipimpin Kepala Bidang SPM IMM Sukoharjo sekaligus Ketua Pelaksana Aksi Galang Dana Kemanusiaan NTT, Hibatulloh Al Mubarok. Para kader turun langsung ke ruang publik untuk mengajak masyarakat berpartisipasi membantu masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.

Hibatulloh, mahasiswa prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) UMS mengatakan, aksi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kader IMM terhadap kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT.

“Kami tergerak untuk melakukan aksi ini karena melihat kondisi saudara-saudara kita di NTT yang terdampak bencana gempa bumi. Melalui penggalangan dana ini, kami berharap dapat memberikan manfaat dan meringankan beban mereka,” ujarnya, Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana tidak cukup berhenti pada rasa prihatin. Melalui aksi penggalangan dana, kader berupaya menerjemahkan kepedulian tersebut menjadi tindakan nyata yang dapat memberikan manfaat.

Berdasarkan dara, dampak bencana juga menyebabkan korban jiwa yakni sebanyak 103 orang meninggal dunia dan tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat.

“Bagi IMM Sukoharjo, angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik data korban terdapat keluarga, rumah, dan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana. Kesadaran terhadap kondisi tersebut menjadi salah satu dorongan bagi kader untuk mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan,” tegasnya.

Aksi penggalangan dana juga menjadi ruang bagi kader untuk mengimplementasikan nilai humanitas yang menjadi bagian dari identitas gerakan IMM. Kader tidak hanya dituntut memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga mampu membaca persoalan sosial dan menghadirkan respons terhadap realitas yang terjadi di masyarakat.

Melalui aksi tersebut, para kader berhadapan langsung dengan masyarakat dari berbagai latar belakang. Mereka mengajak masyarakat berdialog, menyampaikan kondisi masyarakat terdampak bencana, sekaligus membuka ruang partisipasi bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan.

Keterlibatan empat komisariat dalam satu aksi juga menunjukkan semangat kolaborasi di lingkungan IMM Sukoharjo. Perbedaan komisariat tidak menjadi penghalang ketika para kader memiliki tujuan yang sama untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi proses pembelajaran bagi kader bahwa gerakan sosial membutuhkan kemampuan membangun komunikasi, kepercayaan, kerja sama, serta pengelolaan kepedulian agar dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Seluruh donasi yang terkumpul dalam aksi tersebut nantinya akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) untuk diteruskan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya agar bantuan yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.

IMM Sukoharjo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut. Setiap bantuan yang diberikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

Lebih dari sekadar penggalangan dana, aksi tersebut menjadi refleksi bahwa intelektualitas mahasiswa memiliki konsekuensi sosial. Kemampuan membaca realitas perlu diikuti dengan keberanian untuk mengambil tindakan dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Melalui gerakan tersebut, IMM Sukoharjo berupaya mempertemukan kesadaran intelektual dan kepedulian kemanusiaan. Dari membaca keadaan, tumbuh kepedulian; dari kepedulian lahir gerakan; dan dari gerakan diharapkan hadir manfaat bagi sesama.

Aksi penggalangan dana akan kembali dilaksanakan pada Jumat (28/8/2026). IMM Sukoharjo mengajak masyarakat untuk terus menjaga solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat NTT.

Sebab, persoalan kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Dari Sukoharjo, kepedulian dapat menjadi gerakan untuk saudara-saudara di NTT. (Edwi/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....