Gubernur Jateng Panen Raya Jagung di Desa Karanganyar Weru Sukoharjo

  • 01 Okt 2026 15:28 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sukoharjo - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama jajaran Forkompimda di lingkungan Pemkab Sukoharjo melakukan panen raya jagung di lahan Gapoktan Krido Dharmo, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Kamis 01 Oktober 2026.

Panen raya tersebut juga turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, De Fransisco Da Silva Tavares, Kepala Dispertan Pemkab Sukoharjo Bagas Windaryatno, sejumlah pimpinan OPD dan pemangku kepentingan pemerintahan.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan produksi jagung di Jawa Tengah pada 2025 mencapai sekitar 3,7 juta ton.

Hingga bulan September 2026 ini produksi jagung Jawa Tengah telah mencapai 2,68 juta ton.

“Berdasarkan angka Tetap BPS 2025, produksi jagung Jawa Tengah mencapai 3,7 juta ton pipilan kering dengan kadar air 28 persen atau sekitar 17,02 persen dari produksi nasional,” ujar Gubernur.

Besarnya produksi tersebut menurutnya menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu daerah penting dalam memasok kebutuhan jagung nasional.

“Angka tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai produsen jagung terbesar kedua secara nasional,” kata dia.

Lebih lanjut disampaikan Gubernur Ahmad Lutfi guna menjaga capaian tersebut tidak hanya dilakukan dengan meningkatkan produksi.

“Pemerintah juga harus memastikan petani mendapatkan dukungan dari sisi lahan, air, pupuk, benih hingga alat dan mesin pertanian (Alsistan),” ujarnya.

Gubenur Ahmad Lutfi juga mengakui jika persoalan air menjadi salah satu perhatian karena produktivitas lahan sangat bergantung pada kepastian pasokan air, terutama ketika petani harus berproduksi di tengah perubahan musim.

“Kendati demikian, pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk agar petani tidak mengalami kendala ketika memasuki musim tanam,” pungkas Gubernur.

Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menyebut jagung menjadi salah satu komoditas yang memberikan harapan baru bagi sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo.

Menurutnya, apapun pertaniannya jagung adalah harapan baru di Kabupaten Sukoharjo. “Untuk panen jagung Januari-September luasan panen 747 hektare dengan perkiraan produksi 6.449 ton, atau produktivitas 86,33 persen,” ujar Eko Sapto.

Menurutnya capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama Pemkab Sukoharjo melalui Dispertan serta dukungan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami berharap dukungan tersebut terus diberikan untuk mendorong peningkatan luas tanam jagung di Sukoharjo,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, De Fransisco Da Silva Tavares mengatakan, panen di Sukoharjo menjadi bagian dari strategi menjaga produksi jagung di Jawa Tengah.

“Hingga saat ini, capaian produksi jagung berada di kisaran 72 persen dari target 3,7 juta ton. Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu daerah yang ikut menopang produksi tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan produksi tidak cukup hanya dilakukan dari sisi budidaya. Infrastruktur pertanian, mekanisasi, benih hingga penanganan pascapanen juga perlu diperkuat agar hasil panen memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi petani. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....