Komisi VIII DPR RI, Lakukan Kunjungan Spesifik di SRT Sukoharjo

  • 02 Okt 2026 19:29 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sukoharjo - Keberadaaan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sukoharjo dinilai memiliki peran strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan antar generasi melalui Pendidikan berkualitas dan pembentukan karakter.

Oleh karena itu, keberadaan SRT bukan sekadar memberikan pendidikan, akan tetapi juga menyiapkan anak-anak untuk memiliki masa depan yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid saat melakukan kunjungan spesifik ke SRT Sukoharjo, Jumat 02 Oktober 2026.

Menurutnya, SRT merupakan salah satu program yang dapat menjadi instrumen pengentasan kemiskinan melalui pendidikan sekaligus pembentukan karakter.

“Ya, berbagai capaian SRT dalam satu tahun pelaksanaan mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah siswa bahkan telah menorehkan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk di bidang sains, " ujar dia.

Capaian tersebut, kata Abdul Wachid, menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan pendidikan melalui SRT memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing dengan siswa dari sekolah lainnya.

Lebih lanjut politisi dari Partai Gerindra itu juga menekankan bahwa konsep Sekolah Rakyat tidak boleh berhenti pada pemberian pendidikan dasar.

“Program tersebut harus mampu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi setiap siswa secara berkelanjutan,” kata dia.

Di sisi lain, Abdul Wachid mengapresiasi fasilitas yang tersedia di SRT Sukoharjo yang memiliki perangkat pembelajaran digital seperti iPad dan laptop, laboratorium komputer, hingga fasilitas olahraga berupa lapangan sepak bola, basket dan voli.

Namun, dia mengingatkan masih terdapat tantangan dalam pengembangan Sekolah Rakyat, terutama terkait penyediaan lahan.

Sejumlah pemerintah daerah dinilai belum mampu menyediakan lahan minimal 5-10 hektare yang dibutuhkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah tenaga pendidik. Para guru tidak hanya menjalankan fungsi mengajar seperti di sekolah umum, tetapi juga mendampingi siswa dalam sistem pendidikan berasrama.

“Ini membutuhkan perhatian. Mereka tidak hanya memberikan pendidikan seperti sekolah umum, tetapi juga ada pendampingan sampai anak-anak menjelang tidur. Artinya, kesejahteraannya juga harus dipikirkan,” katanya.

Abdul Wachid juga mendorong agar keberadaan Sekolah Rakyat memiliki landasan regulasi yang kuat dalam sistem pendidikan nasional. Dengan demikian, keberadaannya dapat bersinergi dengan sistem pendidikan nasional tanpa menimbulkan tumpang tindih aturan.

Sementara itu, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan, kunjungan Komisi VIII DPR RI menjadi momentum untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan pelayanan di SRT Sukoharjo.

“Ada beberapa hal yang menjadi atensi dalam rangka optimalisasi pelayanan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sukoharjo. Ada banyak saran dan masukan, semuanya sudah dicatat dengan baik oleh civitas SRT dan siap ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Menurut Sapto, secara umum para siswa merasa senang dan nyaman berada di SRT Sukoharjo. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan tujuan Sekolah Rakyat sebagai sarana mencetak sumber daya manusia unggul.

“Secara umum siswa yang berada di Sekolah Rakyat semuanya merasa happy, gembira, dan merasa bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi ini adalah harapan baru dalam rangka akselerasi pembentukan sumber daya manusia yang unggul,” pungkasnya. (Edwi)

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....