Ketahanan Pangan dari Rumah, Urban Farming Kian Didorong di Kota Surakarta
- 31 Agt 2026 14:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kota Surakarta terus mendorong penguatan ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Salah satu upaya yang berkembang adalah pertanian perkotaan atau urban farming, termasuk budidaya sayuran secara hidroponik yang dinilai mampu membantu masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.
Kelompok Tani Hidroponik 04 Malabar di Mojosongo, Surakarta, misalnya, memanfaatkan lahan sempit milik pemerintah yang sebelumnya tidak digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran sejak tahun 2019. Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan warga, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat dapat menanam sayuran secara mandiri di rumah dengan instalasi sederhana.
Ketua Kelompok Tani Hidroponik 04 Malabar Mojosongo, Sunarto, mengatakan pertanian perkotaan menjadi alternatif bagi masyarakat di kawasan padat penduduk yang memiliki keterbatasan lahan.
“ Dari 2019 saya sudah menanam secara hidroponik. Di tempat saya itu milik pemerintah. Karena itu mangkrak. Saya berinisiatif dengan warga bagaimana kalau di tempat itu kita manfaatkan untuk menanam sayuran secara hidroponik,” ujar Sunarto saat dialog di RRI Kamis 27 Agustus 2026
Menurut Sunarto, pengembangan urban farming juga memberikan dampak lebih luas melalui edukasi kepada masyarakat, sekolah, hingga mahasiswa. Dengan demikian, keterbatasan lahan di perkotaan tidak menjadi hambatan untuk mulai memproduksi pangan, khususnya sayuran, dari lingkungan terdekat.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Surakarta, Yeti Widayati, menilai kegiatan kelompok tani dan kelompok wanita tani menjadi bagian penting dalam upaya menjaga ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, ketahanan pangan perlu dibangun mulai dari tingkat rumah tangga. Ketika keluarga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar. Bahkan, budidaya pangan di lingkungan rumah dapat membantu masyarakat menghadapi gejolak harga komoditas.
“ Kita tahu yang namanya masyarakat kota, ini belum familiar dengan namanya pertanian. Sehingga ini selalu bekerja sama juga dengan kita Pertiwi, selalu mendampingi masyarakat yang memang bisa kita dampingi untuk melaksanakan yang menjadi program-program yang ada di pemerintah Kota Surakarta, ujar Yeti .
Selain mendorong produksi pangan melalui urban farming, Pemerintah Kota Surakarta juga berupaya menjaga akses masyarakat terhadap pangan melalui bantuan pangan, gerakan pangan murah, serta fasilitasi distribusi sejumlah komoditas utama.
Dinas terkait juga memberikan dukungan distribusi beras kepada toko-toko kecil binaan di wilayah kelurahan agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau sesuai kebijakan harga pemerintah.
Meski demikian, pengembangan pertanian urban masih menghadapi sejumlah tantangan. Pada budidaya hidroponik di Mojosongo, misalnya, lahan terbuka membuat tanaman rentan terhadap serangan hama. Kelompok tani berharap ke depan dapat memiliki greenhouse untuk melindungi tanaman sekaligus mendukung kegiatan edukasi kepada masyarakat.
Sunarto menegaskan, kelompoknya tetap berupaya menghasilkan sayuran sehat tanpa penggunaan pestisida kimia, dengan pengendalian hama secara manual. ( Lidia Sinaga )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....