OJK Solo Dorong Budaya Menabung dan Inklusi Keuangan di Desa Sidowarno

  • 25 Agt 2026 09:35 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Klaten memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 sekaligus peluncuran Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) Desa Sidowarno.

Kegiatan berlangsung di Pendopo Kantor Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Kamis 20 Agustus 2026, dengan diikuti sekitar 400 peserta.

Peserta terdiri dari guru, pelajar SD dan SMP, pelaku UMKM, kelompok PKK, serta perangkat desa. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan budaya menabung sejak dini sekaligus memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan keuangan formal.

Kepala OJK Solo Mohammad Mufid mengatakan Hari Indonesia Menabung menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya budaya menabung. Masyarakat juga didorong memanfaatkan layanan keuangan formal secara bijak.

“OJK mendukung penuh kampanye ini dengan terus mendorong masyarakat agar memiliki kebiasaan menabung melalui edukasi keuangan dan pemanfaatan layanan keuangan formal, sehingga seluruh masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan,” kata Mufid.

Selain mendorong budaya menabung, OJK Solo memperkuat akses keuangan masyarakat pedesaan melalui peluncuran EKI Desa Sidowarno. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara merata dan berkelanjutan.

“Ekosistem keuangan inklusif di tingkat desa diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih merata dan berkelanjutan. Pengembangan ekosistem ini membutuhkan sinergi antar pemangku kepentingan baik pemerintah, akademisi, komunitas, dan lembaga jasa keuangan,” ujar Mufid.

Sejalan dengan hal tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Klaten Much Nasir mengatakan Hari Indonesia Menabung bukan sekadar mengajak masyarakat menyimpan uang di lembaga jasa keuangan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi upaya membangun budaya keuangan yang sehat.

“Masyarakat perlu diberikan peningkatan literasi keuangan sehingga masyarakat memahami produk dan layanan keuangan serta manfaat, risiko, hak dan kewajibannya supaya mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat,” kata Nasir.

Nasir menambahkan, Pemerintah Kabupaten Klaten mendukung peluncuran EKI Desa Sidowarno sebagai langkah membangun ekosistem yang dapat membuka akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan. Akses tersebut diharapkan tidak hanya menyasar masyarakat yang telah bankable, tetapi juga kelompok yang selama ini belum terjangkau layanan keuangan formal.

Program EKI Desa Sidowarno dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi. Pada tahap inkubasi, kegiatan mencakup sosialisasi dan edukasi keuangan bagi pelaku UMKM, PKK, Posyandu, Gapoktan, Karang Taruna, Pokdarwis, serta kelompok masyarakat lainnya.

Adapun program inklusi keuangan yang diperkenalkan meliputi Simpanan Pelajar (SimPel), Tabungan Emas, Tabungan Haji, pembukaan rekening saham melalui Sekolah Pasar Modal, serta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Kegiatan juga diisi edukasi mengenai kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan produk layanan keuangan legal.

Desa Sidowarno sendiri memiliki potensi ekonomi kreatif berupa tatah sungging wayang, kaligrafi, dan bordir payet serta dikembangkan sebagai desa wisata edukasi handicraft. Melalui sinergi Pemkab Klaten, OJK, dan lembaga jasa keuangan, EKI diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal dan menjadi contoh pengembangan desa inklusif yang mampu mengelola potensi secara produktif dan berkelanjutan. Reza

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....