Ditargetkan Berjalan Pekan Depan, 181 PKL Karanganyar Siap Terapkan E-Retribusi

  • 22 Agt 2026 16:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar menargetkan penerapan sistem e-retribusi bagi 181 Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Taman Pancasila mulai berjalan efektif pada Senin depan. Penarikan retribusi secara digital ini ditempuh guna meningkatkan akuntabilitas, mencegah kebocoran, serta mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor jasa perdagangan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Transmigrasi, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Diskuktrans ESDM) Kabupaten Karanganyar, Sriono Budi Santoso, mengatakan, seluruh persiapan teknis peluncuran e-retribusi tersebut kini telah rampung.

"Sistem e-retribusi ini kita targetkan mulai berjalan efektif Senin depan. Kemarin kita masih menunggu penyelesaian dan pendistribusian stiker khusus dari Bank Jateng yang ditempel sebagai penanda di setiap lapak pedagang," ujar Kepala Diskuktrans ESDM Karanganyar, Sriono Budi Santoso saat dikonfirmasi RRI, Sabtu 22 Agustus 2026.

Sriono menjelaskan, jumlah pedagang yang menjadi sasaran e-retribusi di kawasan Taman Pancasila mengalami perluasan secara bertahap. Dari yang sebelumnya baru diuji cobakan kepada 10 pedagang lama, kini ada penambahan 171 pedagang baru yang telah terdata dan dibuatkan rekening resmi.

"Awalnya baru sepuluh pedagang yang efektif, lalu ada penambahan seratus tujuh puluh satu pedagang baru. Jadi total ada seratus delapan puluh satu pedagang di area Taman Pancasila yang kita targetkan masuk skema e-retribusi mulai pekan depan," kata Sriono.

Selain kesiapan sistem digital, Diskuktrans ESDM Karanganyar juga menyusun aturan dan tata tertib bagi para pedagang harian maupun pedagang musiman. Penataan ini dilakukan agar aktivitas jual beli berjalan tertib, sementara kawasan Taman Pancasila dan pusat pemerintahan Karanganyar tetap terlihat bersih, rapi, dan nyaman.

"Yang Taman Pancasila itu kan ada pedagang yang musiman, ada pedagang yang tiap hari jualan. Itu sudah kita buatkan tata tertib agar nek pengin dodol (Jualan,-Red) ya dodolo (Jualan aja). Jadi, biar pasti, itu sudah ada ketentuan-ketentuan," katanya.

Mengenai mekanisme penyetoran dana, Sriono menjamin seluruh transaksi e-retribusi dari 181 PKL akan langsung mengalir otomatis ke rekening Kas Daerah (Kasda) di Bank Jateng tanpa melalui perantara dinas.

"Sistemnya langsung terhubung ke rekening Kas Daerah di Bank Jateng, tidak mampir ke tempat kami. Begitu pedagang membayar secara non-tunai, dana langsung masuk dan tercatat transparan. Dampak kontribusinya terhadap kenaikan PAD diproyeksikan mulai kelihatan signifikan pada bulan depan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....