Buntut Daging Ayam Bermasalah, SPPG Jati Tegas Putus Kerja Sama Supplier

  • 20 Agt 2026 13:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Kabupaten Karanganyar, mengambil tindakan tegas dengan memutus kontrak kerja sama (cut) dengan pihak pemasok bahan pangan menyusul temuan olahan daging ayam yang terindikasi kurang layak pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah pencegahan ini diambil guna memastikan kualitas dan keamanan mutu pangan bagi seluruh penerima manfaat tetap terjaga.

Pengelola SPPG Jati menegaskan sanksi pemutusan hubungan kerja tersebut telah diberlakukan secara resmi. Selain penghentian kerja sama, seluruh kerugian finansial yang timbul akibat penarikan ratusan porsi jatah makanan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pihak mitra penyedia, sehingga tidak ada kerugian anggaran negara.

Kepala SPPG Jati, Karanganyar, Abra Yodha Raya, menjelaskan langkah tegas ini merupakan bentuk komitmen manajemen dalam menjaga standar kualitas pangan serta merespons cepat setiap potensi masalah di lapangan.

"Sudah di-cut Mas, diganti yang baru. Kalau sanksi iya, diputus kontrak. Semua kerugian kemarin yang menanggung pihak mitra, jadi tidak ada dana negara yang digulirkan untuk menanggung kerugian terkait kemarin," ujar Kepala SPPG Jati, Abra Yodha Raya kepada wartawan, Kamis 20 Agustus 2026.

Abra menegaskan, pihaknya langsung menggandeng pemasok bahan baku baru yang telah melalui proses penyaringan ketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Manajemen SPPG Jati menyerahkan sepenuhnya urusan penyebab ketidaklayakan barang tersebut kepada internal mitra lama, sementara fokus SPPG adalah melakukan langkah-langkah pencegahan serta proteksi bagi konsumen.

Selain penanganan masalah rantai pasok bahan makanan, Pengelola SPPG Jati juga bersikap kooperatif terhadap hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Komisi D DPRD Kabupaten Karanganyar. Berbagai masukan dari jajaran legislatif, mulai dari penambahan sarana pendingin bahan baku hingga penyempurnaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dinilai sebagai bentuk pengawasan yang konstruktif.

"Terkait sidak ini alhamdulillah kita dapat beberapa masukan yang jelas masukan itu membangun, membantu untuk langkah perbaikan. Ini bentuk perhatian pemerintah untuk mengawal program ini agar sama-sama baik," kata Abra.

Guna memastikan alur operasional tetap berjalan normal, Pengelola SPPG Jati kini menerapkan pengawasan mutu (quality control) yang lebih ketat dari penerimaan bahan mentah hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah sasaran di wilayah Karanganyar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....