Pemkab Boyolali Terus Perkuat Mitigasi Kekeringan dengan Pengiriman Air Bersih
- 06 Agt 2026 15:18 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau untuk mengurangi dampak kekeringan, terutama di wilayah Boyolali Utara yang setiap tahun berpotensi mengalami krisis air bersih.
Menindaklanjuti arahan Bupati Boyolali Agus Irawan, Pemkab Boyolali telah memetakan wilayah rawan kekeringan sebagai dasar pelaksanaan penanganan di lapangan. Berdasarkan hasil mitigasi, terdapat sembilan kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau tahun ini.
Sebagai langkah penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Perumda Air Minum Tirta Ampera, Dinas Pertanian, serta sejumlah pihak terkait terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.
Pada 30 Juli 2026, kolaborasi tersebut sudah mendistribusikan 18 tangki air bersih ke enam titik di Kecamatan Wonosegoro, Juwangi, dan Musuk untuk memenuhi kebutuhan warga yang mulai terdampak kekeringan.
Hingga 3 Agustus 2026, berdasarkan data BPBD Kabupaten Boyolali, distribusi bantuan telah menjangkau tujuh kecamatan, 20 desa/kelurahan, dan 41 dukuh. Sebanyak 135 tangki atau sekitar 590.000 liter air bersih telah disalurkan kepada 9.696 warga yang terdampak.
Penyaluran bantuan kembali dilakukan pada Rabu 5 Agustus 2026. BPBD Kabupaten Boyolali mengirimkan tiga tangki air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter ke Desa Bercak, Kecamatan Wonosamodro. Air bersih tersebut didistribusikan ke tiga titik, yakni Bercak Kidul RT 03/RW 01, Bercak Kidul RT 04/RW 01, dan Ngasinan RT 06/RW 02.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, mengatakan penanganan kekeringan dilakukan berdasarkan hasil mitigasi yang telah disusun sejak awal musim kemarau.
"Berdasarkan hasil mitigasi terdapat sembilan kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan. Penyaluran bantuan air bersih terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan," ujar Ari Wahyu Prabowo, saat ditemui Kamis, 6 Agustus 2026.
Ari menyampaikan, selain mendistribusikan bantuan air bersih, Pemkab Boyolali juga menyiapkan pembangunan sumur dalam di sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih.
"Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan mengusulkan pembangunan jaringan pipanisasi air dari wilayah Salatiga menuju Boyolali Utara kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)," katanya menambahkan.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo menambahkan, program tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan air bersih secara berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan rawan kekeringan.
Dalam hal ini, pihaknya menegaskan bahwa Pemkab Boyolali akan terus memantau perkembangan kondisi musim kemarau dan memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui mitigasi, penanganan darurat, serta pembangunan infrastruktur jangka panjang, pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi warga yang terdampak kekeringan. (Kis/JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....