Warga Desa Bolo Boyolali Andalkan Air Sungai saat Kekeringan

  • 24 Jul 2026 20:15 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Musim kemarau mulai masuk, beberapa daerah di Boyolali mengalami kekeringan. Salah satunya Desa Bolo yang berada di Kecamatan Wonosegoro. Warga setempat melaporkan kekeringan mulai melanda sejak awal bulan Juli 2026.

Ditemui awak media pada Kamis, 23 Juli 2026, Muhsin salah satu warga asal Desa Bolo, Wonosegoro yang mengatakan bahwa sumur-sumur di rumahnya sudah kering dan dirinya mengandalkan air sungai untuk keperluan mencuci.

"Karena sumur sudah kering kemarau, mulai dua minggu ini. Untuk keperluan air bersih kadang ikut PAM, kadang air sungai diendapkan. Setiap hari mencuci menggunakan air sungai," kata Muhsin.

Ditambahkan dirinya, memang setiap musim kemarau, daerahnya selalu mengalami kekeringan. Muhsin sangat berharap kepada Pemerintah untuk daerahnya juga bisa dibuatkan tangki air bersih yang bisa dimanfaatkan warga seperti daerah lain.

"Mungkin lebih panjang kemaraunya, setiap tahun memang selalu merasakan kekeringan saat musim kemarau. Selalu mengandalkan air sungai juga, tapi tempat lain ada tangki air bersih, hanya di sini belum ada. Mengandalkan PAM kadang tidak menyala," katanya menambahkan.

Sementara itu dihubungi terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Boyolali, Ari Wahyu Prabowo mengatakan bahwa pihaknya selama musim kemarau hingga masuk akhir bulan Juli ini, sudah mengirimkan 200 ribu liter air bersih ke lima Kecamatan yang terdampak kekeringan.

"Kita sudah droping lebih dari sekitar 200 ribu liter air, kita sudah mendroping lima Kecamatan dan sembilan Desa terdampak. Lima Kecamatan terdampak di Wonosegoro, Wonosamodro, Selo, Tamansari dan Cepogo," ucap Ari Wahyu Prabowo.

Ditambahkan Ari Wahyu Prabowo, dalam mengatasi kekeringan di Kabupaten Boyolali, pihaknya sudah menyiapkan satu juta lebih air bersih yang akan didroping ke wilayah-wilayah terdampak. Meskipun begitu jumlah droping air sendiri masih disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.

"BPBD saat ini sudah menyiapkan sekitar lebih dari satu juta liter air untuk penanganan, tapi tentunya untuk kebutuhan ini kita menyesuaikan kondisi lapangan. Jadi seluruh kebutuhan air bersih masyarakat kita berupaya untuk mencukupi," ucapnya menambahkan.

Diketahui dari data, BPBD Boyolali sudah melakukan droping di Kecamatan Wonosamodro sebanyak 31 tangki dengan jumlah 101 ribu liter air, Selo delapan tangki dengan jumlah 40 ribu liter air, Tamansari enam tangki dengan jumlah 30 ribu liter air, Wonosegoro lima tangki dengan jumlah 25 ribu liter air dan Cepogo satu tangki dengan jumlah lima ribu liter air. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....