Korban BMT Alfa Dinar Karanganyar Capai Ratusan, Polisi Dalami Iming-Iming Bunga 12%

  • 14 Agt 2026 22:37 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Kasus dugaan penggelapan dana nasabah BMT Alfa Dinar di Kabupaten Karanganyar terus bergulir. Satuan Reserse Kriminal Polres Karanganyar melaporkan jumlah warga yang mengaku menjadi korban dalam pusaran kasus lembaga keuangan syariah tersebut kini terus bertambah.

Hingga pertengahan Agustus, jajaran kepolisian mencatat ratusan nasabah dari berbagai daerah telah mendatangi markas kepolisian setempat. Selain warga Karanganyar, sebagian korban juga diketahui berasal dari wilayah tetangga seperti Sragen dan Surakarta.

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono, mengatakan, pendaftaran dan pengaduan dari para korban masih terus dibuka seiring pemeriksaan saksi-saksi pendukung.

"Untuk perkembangan proses penyidikan BMT Alfa Dinar, sampai sejauh ini kita masih melakukan pemeriksaan penambahan saksi-saksi dan kita juga masih mengakomodir terkait dengan korban-korban, karena sampai detik ini korban masih berdatangan ke Satreskrim Polres Karanganyar," kata AKP Wikan saat dikonfirmasi wartawan, Jumat 14 Agustus 2026.

Penyidik mencatat angka nasabah terdaftar yang melapor telah menembus ratusan orang. Kendati demikian, kepolisian belum merilis nilai pasti dari akumulasi kerugian materiil karena proses kalkulasi masih berjalan secara terperinci.

"Untuk sampai hari ini nasabah yang masuk ke kita, yang mengonfirmasi sebagai nasabah dan menjadi korban itu sekitar 350 orang. Untuk total kerugian dari 350 orang tersebut belum kita hitung secara mendetail," ujarnya.

Selain memeriksa para nasabah sebagai saksi korban, lanjut Kasatreskrim, pihaknya juga telah memanggil dan meminta keterangan dari pihak terlapor selaku pemilik BMT Alfa Dinar. Meski demikian, penyidik belum melakukan penahanan karena masih memfokuskan pendalaman alat bukti serta melengkapi keterangan saksi lain.

Operasional BMT Alfa Dinar sendiri diketahui menjangkau beberapa lokasi strategis dengan kantor cabang yang tersebar di wilayah Gondangrejo, Kerjo, Mojogedang, Karangpandan, hingga Kota Surakarta.

Dari hasil pemeriksaan awal terhadap para saksi, kepolisian mendapati sejumlah pola yang membuat warga tergiur menempatkan dana simpanan mereka di lembaga keuangan tersebut.

"Kebanyakan karena kedekatan dengan karyawan, terus dijanjikan prosesnya mudah, terus ada bunga yang menarik. Kalau tidak salah itu bunga per tahun ada 12 persen. Selain itu karena mungkin ada karyawan tetangganya, tertariknya di situ," ujar AKP Wikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....