Jeritan Korban BMT Alfa Dinnar, Tabungan Pensiun Ratusan Juta Rupiah Tak Bisa Cair

  • 06 Agt 2026 19:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Penggeledahan kantor BMT Alfa Dinnar di Kecamatan Karangpandan oleh Satreskrim Polres Karanganyar mengungkap kepedihan mendalam bagi ratusan nasabahnya. Sejumlah warga yang menjadi korban mulai terbuka menyuarakan nasib uang simpanan mereka yang mendadak tak bisa ditarik sejak awal tahun.

Salah satu nasabah BMT Alfa Dinnar, Surono, mengaku telah bergabung sejak tahun 2006 karena tergiur dengan tawaran bagi hasil yang dinilai cukup tinggi serta adanya potongan zakat untuk pondok pesantren dan dhuafa.

Namun, kecurigaan mulai muncul menjelang Hari Raya Idulfitri tahun 2025 ketika parsel Lebaran yang biasa ia terima berkurang drastis. Saat berniat mengonfirmasi simpanan pokoknya, pihak pengelola justru bergeming. Total dana keluarganya sebesar Rp369 juta kini tertahan.

"Uang yang pokok itu masih di Alfa Dinnar sampai sekarang. Totalnya kalau saya sekeluarga empat orang itu 369 juta rupiah. Rencananya itu nanti buat modal usaha kalau saya sudah pensiun," kata Surono kepada wartawan, Kamis 6 Agustus 2026.

Surono menambahkan, hingga kini dirinya masih memegang janji manis dari pihak BMT Alfa Dinnar yang meminta nasabah menunggu selama satu tahun dengan alasan akan menjual aset terlebih dahulu.

"Harapannya uang saya kembali semua. Selama ini belum melaporkan ke polisi karena nunggu dijanjikan satu tahun nanti kalau asetnya dijual mau dikembalikan," ucap Surono.

Kisah serupa dialami oleh Evan, warga Karangpandan. Ia tergiur menabung puluhan juta rupiah karena bujukan tetangga yang menjamin keamanan lembaga keuangan tersebut.

Evan mulai mencium adanya ketidakberesan saat hendak mencairkan uang deposit senilai Rp50 juta pada Januari lalu. Pihak manajemen berdalih koperasi sedang mengalami krisis likuiditas dan tidak memegang uang tunai.

"Sekarang uang saya hilang 50 juta. Waktu mau ngambil bulan Januari kemarin ternyata enggak bisa, katanya enggak ada uang likuid. Janjinya satu tahun, tapi sampai sekarang enggak keluar juga. Harapannya ya uang segera kembali karena itu kumpulan buat modal usaha," kata Evan.

Evan menyebut ada sekitar 200 nasabah terdampak yang kini membentuk paguyuban nonformal untuk saling bertukar informasi. Besaran tabungan mereka yang tertahan bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah per orang.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono, mengatakan, kepolisian melancarkan penggeledahan setelah menerima laporan resmi dari salah satu nasabah berinisial S yang dananya tertahan hingga Rp1,4 miliar.

"Penggeledahan ini berdasarkan laporan nasabah berinisial S. Yang bersangkutan beserta istri dan dua anaknya sudah menjadi nasabah sejak 2008 dan tidak bisa mengambil uangnya. Nilai tabungannya sekitar 1,4 miliar rupiah," ujar AKP Wikan.

Kasatreskrim menegaskan, kepolisian terus mengumpulkan barang bukti pendukung dari kantor BMT Alfa Dinnar dan mendata seluruh korban untuk menghitung total nilai kerugian pasti. Meski belum ada tersangka yang ditahan, pengurus BMT dinilai masih kooperatif dalam menjalani proses pemeriksaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....