Aduan Korban BMT Alfadinar Bertambah, Polres Karanganyar Siap Buka Posko Aduan
- 11 Agt 2026 15:43 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyanyar - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karanganyar terus memperkuat alat bukti dalam proses penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan dana nasabah oleh pihak Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Alfadinar.
Selain menyita puluhan dokumen penting dan sertifikat saat penggeledahan kantor, pihak kepolisian kini juga mencatat adanya lonjakan laporan dari para korban yang mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono, mengungkapkan proses penyidikan intensif masih berlangsung guna memperkuat alat bukti sebelum penetapan tersangka resmi dilakukan oleh pihak penyidik.
"Masih saat ini masih dalam penyidikan juga untuk memperkuat alat bukti. Kemarin kita dalam waktu penggeledahan juga sudah melakukan penyitaan beberapa alat bukti seperti dokumen, sertifikat, dan dokumen-dokumen terkait dengan keanggotaan nasabah Alfadinar. Kita sudah memeriksa beberapa saksi, mudah-mudahan nanti dalam waktu dekat (ditetapkan tersangka)," ujarnya, Selasa 11 Agustus 2026.
AKP Wikan menjelaskan jumlah korban yang melapor ke Mapolres Karanganyar terus bertambah pascatindakan kepolisian di lapangan. Jika sebelumnya baru satu orang korban yang membuat laporan resmi, saat ini sudah ada sekitar 25 nasabah yang datang melapor dengan nominal kerugian yang bervariasi.
"Kemarin masih satu laporan atau korban yang melaporkan ke Polres Karanganyar. Setelah kita lakukan tindakan kepolisian kemarin, ada beberapa korban juga melaporkan di Polres Karanganyar, kemarin sekitar 25 orang. Kerugiannya relatif, ada yang Rp15 juta sampai ada yang Rp150 juta," kata Kasatreskrim.
Guna menampung dan mengakomodasi keterangan para nasabah lain yang merasa dirugikan, Satreskrim Polres Karanganyar berencana membuka posko pengaduan resmi serta menyiapkan langkah audit keuangan.
"Rencana kita membuat posko untuk menampung korban-korban dari nasabah tersebut. Nanti akan dilakukan audit terkait dengan itu, kita lihat perkembangan ke depan. Kalau kita memerlukan audit, kita lakukan audit," ucapnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, AKP Wikan membeberkan bahwa kondisi keuangan di tubuh BMT Alfadinar diduga kuat mengalami penyalahgunaan dana nasabah oleh pihak pengelola. Selain itu, seluruh kantor operasional BMT Alfadinar diketahui telah berhenti beroperasi atau tutup total.
"Dari hasil pemeriksaan memang di dalam BMT tersebut untuk dana kelihatannya penyalahgunaan. Waktu kita datangi ke sana pas hari kerja itu sudah tidak beroperasi. Untuk cabang-cabangnya yang ada di Solo, Mojogedang, hingga Karangpandan informasinya juga tutup semua," ujar AKP Wikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....