Bocah 7 Tahun yang Hilang Tenggelam di WKO Ditemukan Meninggal Dunia

  • 09 Agt 2026 15:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Peristiwa naas menimpa Al-Ghifahri Bakstiar Nur Ramadhan, seorang bocah berusia 7 tahun asal Dukuh Kaliapang, Desa Bagor, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Korban yang dilaporkan hilang tenggelam di genangan Waduk Kedung Ombo (WKO) wilayah Dukuh Gunungsari, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen sejak Sabtu 8 Agustus 2026 sore, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu 9 Agustus 2026 pagi.

Kejadian ini sempat mendapat perhatian serius dari jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sragen. Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari turun langsung ke lokasi kejadian pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.30 WIB untuk mengecek situasi serta memimpin proses pencarian bersama tim gabungan.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji mengonfirmasi bahwa jasad korban berhasil dievakuasi pada pagi harinya sekitar pukul 07.50 WIB tidak jauh dari lokasi awal menghilang.

"Korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan dalam keadaan meninggal dunia di area genangan Waduk Kedung Ombo wilayah Dukuh Gunungsari. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Gemolong untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar AKP Sudarmaji mewakili Kapolres Sragen pada Minggu.

Peristiwa bermula pada Sabtu 8 Agustus sekitar pukul 16.00 WIB. Korban diketahui bermain bersama tiga orang temannya di pinggir genangan WKO, tepatnya di sebelah selatan Jembatan Gunung Kemukus.

Seorang warga sekitar, Mundakir (38), sempat melihat anak-anak tersebut berada di tepi air tanpa mengenakan pakaian. Saksi lantas menegur dan meminta mereka untuk segera pulang demi keselamatan.

Tiga rekan korban menuruti teguran tersebut dan beranjak pulang, namun korban menolak dan memilih bertahan di lokasi dengan alasan ingin melihat warga yang sedang menjaring ikan.

Kepanikan mulai terjadi sekitar pukul 17.30 WIB ketika pihak keluarga mencari korban yang tak kunjung pulang. Setelah berkoordinasi dengan warga dan saksi di sekitar lokasi, pihak keluarga menemukan pakaian serta sepasang sandal slop warna hitam milik korban tertinggal di tepi genangan air.

Atas temuan tersebut, warga langsung melaporkan kejadian ke Bhabinkamtibmas Desa Pendem dan Polsek Sumberlawang. Tim Polsek Sumberlawang yang tiba di TKP langsung berkoordinasi dengan Tim SAR, BPBD, serta relawan untuk melakukan operasi pencarian.

Proses pencarian berlangsung marathon sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi. Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari yang tiba di lokasi pada Minggu dini hari memastikan seluruh personel gabungan, mulai dari kepolisian, BPBD, SAR, PSC, hingga relawan bekerja maksimal.

Upaya tersebut membuahkan hasil ketika tim pencari menemukan jasad korban mengapung di sekitar genangan WKO Dukuh Gunungsari pada pukul 07.50 WIB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RSUD Gemolong yang dipimpin oleh dr. Efin Miradiningrum bersama Tim Inafis Polres Sragen, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

"Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis dan Inafis, korban dinyatakan murni meninggal dunia akibat tenggelam. Saat ini jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga di Kecamatan Miri untuk dilanjutkan proses pemakaman," ujar AKP Sudarmaji. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....