Asyik Bermain, Bocah 7 Tahun Diduga Tenggelam di WKO Sragen
- 09 Agt 2026 08:23 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN — Nasib naas menimpa seorang anak laki-laki berusia 7 tahun warga Dukuh Kedunguter RT 02, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Bocah berinisial ABR itu dilaporkan tenggelam saat bermain air di kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO), tepatnya di bawah area jembatan Gunung Kemukus pada Sabtu 8 Agustus 2026 sore sekitar pukul 17.30 WIB.
Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji, mengonfirmasi perihal adanya insiden kecelakaan air tersebut. Hingga Minggu pagi, upaya pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
"Indikasi ada laka air mas, tapi sampai sekarang belum diketemukan," kata AKP Sudarmaji saat dikonfirmasi pada Minggu 9 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa bermula ketika korban tengah bermain air (ciblon) di pinggir waduk bersama rekan-rekannya. Suasana bermain yang semula ceria berubah menjadi kepanikan saat korban tiba-tiba berlari ke arah tengah waduk.
Korban diduga tergiur untuk melihat dari dekat aksi para pemancing yang berada di tengah perairan. Kondisi dasar waduk yang curam serta kedalaman air yang tak terduga membuat korban seketika kehilangan kendali hingga tenggelam dan hilang dari permukaan.
Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. "Itu tadi main bersama teman-teman sambil main air dan melihat orang mancing dan beranjang. Lha korban nyelonong lari sendiri ke tengah lalu terjatuh dan tenggelam ke bawah karena tidak bisa berenang," ujar Kembo, salah seorang warga setempat.
Saat ini, Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD Kabupaten Sragen, relawan, serta warga setempat masih bersiaga dan melakukan penyisiran di sekitar titik awal lokasi tenggelamnya korban.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian dan relawan mengimbau keras para orang tua yang bermukim di sekitar perairan Waduk Kedung Ombo (WKO) untuk senantiasa memperketat pengawasan terhadap anak-anak guna mencegah berulangnya insiden serupa. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....