Bocah SD Asal Boyolali Raih Penghargaan NASA usai Temukan Celah Keamanan Situs
- 20 Jul 2026 06:42 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali – Prestasi membanggakan datang dari seorang anak berusia 12 tahun asal Genengsari, Boyolali. Ibrahim Al Abrar, siswa kelas 6 SD Negeri 3 Genengsari, sukses mendapatkan penghargaan internasional dari badan antariksa Amerika Serikat, NASA, setelah berhasil menemukan celah keamanan (bug) pada situs resmi mereka.
Hebatnya, kemampuan di bidang cyber security ini dirinya pelajari secara otodidak dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Terinspirasi dari Artikel dan Belajar Lewat AI. Kisah Ibrahim bermula dari kegemarannya membaca artikel di internet.
Dirinya mengaku terinspirasi oleh seorang pelajar asal Riau yang pernah mendapatkan penghargaan serupa dari NASA. Dari sana, ketertarikannya pada dunia kerentanan website mulai tumbuh. Ibrahim menceritakan bahwa dirinya memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk membantunya belajar dan membuat alat (tools) sendiri guna mendeteksi celah keamanan.
"Awal mulanya itu saya mendapatkan sertifikat NASA gara-gara kebanyakan baca artikel ada orang yang sudah pernah dapat sertifikat NASA itu dari SMK asal dari Riau, itu saya terinspirasi dari sana dan saya juga ikut-ikutan belajar cyber security. Belajarnya otodidak dari AI sama YouTube. Saya buat tools sendiri pakai AI DeepSeek," kata Ibrahim Al Abrar saat ditemui di rumahnya pada Minggu, 19 Juli 2026.
Antara bulan April hingga Mei, Ibrahim berhasil menemukan empat celah keamanan berjenis broken hijacking pada situs NASA. Meski setiap hari menghabiskan waktu sekitar dua jam untuk mengasah kemampuan cyber security dan coding, Ibrahim memastikan aktivitas ini tidak mengganggu kewajiban sekolahnya, sebab dirinya selalu mengulang pelajaran sekolah pada malam hari.
Prestasi luar biasa ini tidak lepas dari peran sang ayah, Aminudin Salas (36) yang memiliki pekerjaan sebagai seorang guru bidang Teknik Komputer Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 1 Kemusu. Meskipun begitu, Aminudin awalnya tidak menyangka bahwa anaknya yang tinggal jauh dari hiruk-pikuk kota bisa viral secara nasional.
Aminudin menceritakan bahwa dirinya melihat potensi Ibrahim sejak kelas 4 SD. Dukungan pun diberikan secara bertahap, mulai dari memfasilitasi smartphone hingga membelikan laptop berspesifikasi tinggi agar sang anak bisa membuat laboratorium virtual (virtual lab) sendiri untuk belajar secara aman.
"Kalau jujur enggak menyangka sebenarnya, apalagi kan kalau dilihat sendiri saya itu kan tinggalnya di desa, jauh dari kota, terus ini bisa sampai viral nasional. Harapan saya untuk Ibrahim nanti, karena IT itu kan berkembang terus, ya selalu semangat belajar," ucap Aminudin Salas.
Lebih lanjut, Aminudin Salas berharap anaknya bisa mewujudkan cita-cita menjadi cyber security yang profesional. Dirinya juga mengaku akan selalu mengarahkan anaknya agar tidak melakukan tindakan yang diluar batas hukum.
"Kalau memang keinginannya menjadi cyber security, jadi cyber security yang profesional, yang beretika. Karena salah satu tugas cyber security itu melindungi, menjaga, bukan merusak. Saya selalu awasi supaya anak saya tidak melakukan hal-hal yang melanggar etika dan hukum," ucapnya menambahkan.
Berkat pencapaiannya yang langka ini, apresiasi terus mengalir untuk Ibrahim, tidak hanya mendapatkan sertifikat dari NASA, namun dirinya mendapatkan dukungan dari Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana serta dihubungi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk diundang berkunjung langsung ke kantor pusat mereka di Jakarta.
Ke depan, anak yang bercita-cita menjadi profesional cyber security ini menargetkan untuk terus memburu sertifikat keamanan digital internasional lainnya, termasuk mengincar celah keamanan pada situs web Pemerintah Indonesia hingga Universitas luar Negeri. (JK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....