HUT ke-9, Museum Keris Nusantara Angkat Keris sebagai Teknologi Peradaban
- 09 Agt 2026 15:13 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Museum Keris Nusantara memasuki usia ke-9 dengan mengangkat sejarah dan teknologi pembuatan keris sebagai bagian dari peradaban Nusantara. Peringatan tahun ini mengusung tema “Arutala Vidya: Merawat Pusaka, Menjaga Peradaban” dan menampilkan koleksi keris serta tombak.
Kepala UPTD Museum Kota Solo, Bonita Rintyowati, mengatakan rangkaian peringatan diawali dengan penyemayaman keris masterpiece Kiai Tengoro beserta dua tombak pendamping di Loji Gandrung pada Sabtu, 8 Agustus 2026 sore. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kirab pada Minggu, 9 Agustus 2026 mengangkat tema keris Bali dengan pengiring barongan Bali dan komunitas wushu.
“Kemarin sore penyemayaman keris masterpiece kita, keris Kiai Tengoro dan dua tombak pendamping di Loji Gandrung. Kemudian tadi pagi di Kirab karena kita temanya keris Bali sehingga tadi pengiringnya itu barongan Bali,” katanya, Minggu 9 Agustus 2026.
Bonita menjelaskan wushu dilibatkan karena olahraga tersebut juga menggunakan senjata. Museum Keris Nusantara membuka ruang bagi berbagai komunitas yang memiliki keterkaitan dengan senjata Nusantara.
Setelah kirab, Museum Keris Nusantara menyosialisasikan sembilan koleksi keris dan melanjutkannya dengan seminar hasil kajian pedang Nusantara. Koleksi yang ditampilkan merupakan pusaka pilihan, termasuk keris masterpiece Kiai Tengoro, dua tombak pendamping, serta tombak masterpiece Kiai Jimat.
Bonita mengatakan tema peringatan tahun ini ingin menunjukkan bahwa keris bukan sekadar benda budaya. Proses pembuatannya menunjukkan kemampuan teknologi masyarakat pada masa lalu dalam mengolah dan mencampurkan berbagai jenis logam.
"Ya, kami ingin menunjukkan bahwa pada zaman peradaban dulu kita itu sudah punya teknologi yang luar biasa. Pembuatan keris itu teknologi yang tinggi loh," kata Bonita.
Menurut Bonita, keris telah dikenal di Pulau Jawa sejak sekitar abad ke-6. Karena itu, Museum Keris Nusantara ingin memperkenalkan sisi sejarah sekaligus peradaban yang melatarbelakangi pembuatan pusaka tersebut.
"Makanya kami ingin mengenalkan itu. Peradaban zaman dahulu supaya dikenal," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani mengatakan peringatan ulang tahun Museum Keris Nusantara menjadi momentum untuk memperkuat fungsi museum. Museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga ruang interaksi, edukasi, dan pembelajaran.
“Harapannya bisa menjadikan museum sebagai tempat ruang interaksi, edukasi dan juga pembelajaran yang relevan di era digital,” kata Astrid.
Astrid berharap pengembangan museum mampu meningkatkan interaksi dengan masyarakat, pelajar, dan peneliti. Peningkatan jumlah kunjungan serta munculnya permintaan pameran tematik menjadi salah satu indikator keberhasilan pengembangan museum di Kota Surakarta. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....