Pemkot Solo Uji Coba MRF dan Trash Barrier di Sungai Premulung Pajang
- 06 Agt 2026 14:23 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta mulai menguji coba sistem pengelolaan sampah sungai melalui pemasangan trash barrier dan pengoperasian Material Recovery Facility (MRF) di Sungai Premulung, RW 14, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan.
Program hasil kolaborasi dengan Village Enterprise Lab (VEL) dan United Nations Development Programme (UNDP) tersebut diharapkan mampu menahan sampah sebelum mengalir ke hilir sekaligus meningkatkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta, Venessa Winastesia, mengatakan trash barrier berfungsi sebagai penghalang sampah yang terbawa arus sungai. Sampah yang tertahan kemudian diangkut menuju MRF untuk dipilah menjadi sampah organik, anorganik, dan residu sebelum diproses lebih lanjut.
"MRF ini adalah Material Recovery Facility. Nantinya akan mengatur sampah yang ada di Sungai Premulung. Kami mendapat bantuan berupa trash barrier dari program UNDP. Sampah yang tertahan tidak akan mengalir lebih lanjut ke laut, tetapi diambil untuk dipilah menjadi organik, anorganik, dan residu. Yang organik diolah menjadi kompos, anorganik dikirim untuk didaur ulang, sedangkan residu atau B3 dikirim ke TPA," kata Venessa, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat tiga titik pemasangan trash barrier di Kota Surakarta, yakni di Pajang, Laweyan, dan Sondakan. Ketiga lokasi tersebut menjadi proyek percontohan sebelum program diperluas ke wilayah lain.
Menurut Venessa, sampah anorganik yang berhasil dipilah juga memiliki nilai ekonomi sehingga dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.
"Bisa tentu saja. Sampah anorganik di mana pun sebenarnya mempunyai nilai ekonomi kalau kita bisa mengumpulkan dan mengolahnya dengan baik. Harapannya, selain sungai menjadi lebih bersih, masyarakat juga bisa melihat bahwa sampah memiliki nilai tambah," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Lurah Pajang, Ganang Sambodo, mengatakan Kelurahan Pajang mendapat kepercayaan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program UNDP bersama Kelurahan Laweyan dan Sondakan.
"Program ini dari UNDP, dan Solo dipilih dengan tiga lokasi yaitu Pajang, Laweyan, dan Sondakan. Kami diberi kepercayaan untuk pengelolaan sungai melalui pemasangan trash barrier. Setelah sampah diangkat, nantinya ditiriskan, dipres di MRF, kemudian dikirim untuk proses daur ulang," jelas Ganang.
Melalui uji coba tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berharap sistem pengelolaan sampah sungai dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menjadi model penanganan sampah yang berkelanjutan. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....