Clean Rivers Terapkan Pendekatan Lokal Atasi Sampah Sungai Solo

  • 04 Agt 2026 17:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Clean Rivers mendorong penanganan sampah sungai di Kota Surakarta menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan wilayah setempat. Model penanganan tidak dapat diseragamkan karena setiap kota memiliki karakteristik dan persoalan sampah berbeda.

Associate Director, Programmes and Impact Clean Rivers, Reinier van der Lely mengatakan lembaganya mendukung berbagai kota di kawasan Global South dalam mencegah sampah dari daratan masuk ke sungai. Dukungan di Indonesia dilakukan melalui kemitraan dengan United Nations Development Programme (UNDP).

"Kami mendukung UNDP melalui pendanaan, berbagi keahlian dan membantu di mana kami bisa. Namun, kami mengikuti implementasi lokal yang dilakukan UNDP dan UNDP memilih organisasi masyarakat sipil lokal," katanya disela Forum Group Discussion (FGD) program #SungaiLestari di Balai Kota Surakarta, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurut Reinier, keterlibatan organisasi masyarakat sipil lokal penting karena mereka memiliki pemahaman terhadap karakteristik wilayah dan masyarakat. Pendekatan tersebut juga digunakan dalam pelaksanaan program #SungaiLestari di Surakarta.

Clean Rivers tidak menetapkan satu jenis teknologi atau metode yang harus diterapkan di setiap daerah. Solusi penanganan sampah harus mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi lokal agar dapat berjalan efektif.

"Apa yang berhasil di Solo mungkin tidak berhasil di Surabaya, dan apa yang berhasil di Surabaya mungkin tidak berhasil di Bekasi," ujarnya.

Reinier mengatakan organisasi masyarakat sipil lokal memiliki posisi yang tepat dalam menentukan pendekatan sesuai kebutuhan daerah. Pengetahuan terhadap kondisi lapangan menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan program.

"Jadi, harus sesuai dengan konteks lokal dan kami percaya organisasi masyarakat sipil berada pada posisi yang tepat untuk melakukannya," ucapnya.

Di Surakarta, program #SungaiLestari diarahkan pada pengelolaan sampah terintegrasi dan pencegahan sampah masuk ke aliran sungai. Program juga melibatkan masyarakat dalam membangun perubahan perilaku sehingga penanganan tidak hanya bergantung pada teknologi. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....