Petani Gondang Ditemukan MD di Pinggir Irigasi, Polisi: Bukan Korban Kekerasan
- 02 Agt 2026 15:58 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN — Seorang petani berinisial S (61), warga Dukuh Ngundaan, Desa Glonggong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, ditemukan meninggal dunia mendadak di pinggir saluran irigasi desa setempat pada Sabtu 1 Agustus 2026 siang sekira pukul 13.40 WIB.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Gondang AKP Suparno membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya memastikan dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban.
"Iya benar, ada warga yang ditemukan meninggal dunia mendadak di area persawahan/irigasi Dukuh Ngundaan, Desa Glonggong. Setelah dilakukan pemeriksaan bersama Tim INAFIS Polres Sragen dan tim medis Puskesmas Gondang, tidak ditemukan adanya bekas atau tanda-tanda kekerasan," kata AKP Suparno, Minggu 2 Agustus.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Sukino (65) yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi kejadian (TKP). Saat itu, Sukino hendak menuju ke sawah untuk mengecek pengairan.
Di perjalanan, ia melihat mesin penyedot air (disel) milik korban belum dirakit, sementara sepeda motor milik korban terparkir di tepi saluran irigasi. Merasa curiga, Sukino kemudian mendekati motor tersebut.
Saat itulah ia mendapati korban sudah dalam posisi tergeletak di tanah dengan kaki masih tergantung di atas sepeda motor. Saat dicek pernapasannya, korban sudah tidak berdenyut dan dipastikan telah meninggal dunia.
Saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan melapor ke perangkat desa serta Polsek Gondang. Petugas kepolisian dari Polsek Gondang bersama Tim INAFIS Polres Sragen dan Puskesmas Gondang yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan evakuasi.
Berdasarkan keterangan medis dan olah TKP, kematian korban murni karena sakit/kondisi medis mendadak. Pihak keluarga juga membeberkan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit medis kronis.
"Dari keterangan pihak keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit kanker prostat dan pernah menjalani operasi," ujar Kapolsek.
Atas kejadian ini, pihak keluarga menyatakan telah menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan proses autopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....