Dai Champions, Lima Fase Manusia, Momentum Memperbanyak Bekal Takwa

  • 02 Agt 2026 11:13 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Surakarta – Lima fase manusia, momentum perbanyak bekal takwa disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko dalam acara pengajian Subuh Barokah di Masjid al Mukarromah, Minggu 02 Agustus 2026.

Kegiatan diawali dengan doa memohon kepada Allah agar diberikan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, serta kesembuhan dari segala penyakit.

Doa tersebut menjadi pembuka sebelum jamaah diajak merenungkan perjalanan hidup manusia berdasarkan tuntunan Islam.

“Lima fase manusia, momentum perbanyak bekal takwa,” ujar Jatmiko.

Dalam tausiyahnya disampaikan bahwa manusia melewati lima fase kehidupan. Pertama adalah fase bayi, kemudian fase anak-anak, dilanjutkan fase pemuda yang identik dengan semangat dan produktivitas.

“Setelah itu manusia memasuki fase dewasa sekitar usia 40 tahun, yang menuntut kematangan berpikir, bertindak, dan mengambil Keputusan,” urainya.

Adapun fase terakhir adalah usia lanjut di atas 60 tahun, ketika seseorang diharapkan semakin memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

Pembagian fase usia tersebut bukan sekadar penanda bertambahnya umur. Lebih dari itu, setiap tahapan merupakan pengingat agar manusia terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam keimanan, akhlak, dan tanggung jawab.

“Semakin bertambah usia, semakin besar pula kewajiban untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian,” ucapnya.

Menurutnya, manusia sering kali terlena oleh gemerlap dunia. Kesibukan mengejar harta, jabatan, dan berbagai urusan duniawi membuat seseorang merasa memiliki waktu yang panjang.

Padahal, setiap manusia memiliki batas usia yang telah ditetapkan Allah SWT dan tidak seorang pun mengetahui kapan ajal akan datang.

Hal tersebut sebagaimana ditegaskan Allah dalam Surah AlA'raf ayat 34 yang menjelaskan bahwa setiap umat memiliki batas waktu kehidupan.

Ketika ajal telah tiba, tidak ada seorang pun yang mampu menundanya ataupun mempercepatnya walau hanya sesaat.

Karena itu, jamaah diajak menjadikan setiap fase kehidupan sebagai kesempatan memperbanyak amal kebajikan. Dipertegas melalui Surah Al-Baqarah ayat 197 yang mengingatkan bahwa sebaik-baik bekal dalam perjalanan hidup adalah ketakwaan.

“Dengan bekal itulah seorang Muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan dunia secara bijaksana sekaligus mempersiapkan diri menyongsong kehidupan yang kekal di akhirat,” pungkasnya. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....