Peringati Maulid Nabi, Masjid An Nur Kepatihan Wetan Gelar Pengajian Ahad Pagi
- 16 Agt 2026 08:47 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Surakarta - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Masjid An Nuur Jalan Biak Gang II Nomor 15, menggelar pengajian Ahad Pagi yang berlangsung khidmat, penuh makna dan dimeriahkan Hadroh TPQ Al Amin Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kepatihan Wetan Kecamatan Jebres, Solo.
Kegiatan Ahad ketiga ini dilaksanakan pada Minggu 16 Agustus 2026 Masjid An Nuur Kepatihan Wetan. menghadirkan mubalig Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, yang menyampaikan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ceramahnya, yang juga guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta itu mengajak para Jemaah untuk menaladani akhlak nabi khususnya dalam hal semangat spiritual.
“Mari kita selalu berdoa sapu jagat, Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan berikan pula kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka. Lihat Quran Surah Al-Baqarah ayat 201, Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar,” ungkap Jatmiko.

Selain itu, jemaah juga diajak untuk senantiasa berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan, stop boros listrik, air, dan pagan serta dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia dengan meningkatkan rasa syukur tanpa melupakan sejarah bangsa.
“Rasa bersyukurnya kita selalu berdoa Allahumma inni as aluka ilman nafian, wa rizqan wasian, wa syifaan min kulli dain, Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit,” bebernya.
Dalam peringatan Maulid Nabi, jemaah diperkuat untuk menjaga salat tepat waktu dan rajin membaca Al-Quran dan faham artinya setiap per kata. Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya Al-Quran akan datang memberi syafaat bagi para pembacanya di hari Kiamat, (HR. Muslim)
Lalu, mengapa salat? karena salat adalah amal pertama yang dihisab di hari kiamat.
“Jika salatnya baik, amal lain ikut baik. Membaca Al-Quran melengkapi kecintaan kepada teladan Nabi Muhammad SAW. Membaca Al-Quran dihitung per huruf, di mana setiap satu huruf bernilai satu kebaikan dan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan,” pungkasnya. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....