Persiapkan ICP, Dikdasmen PNF Muhammadiyah Solo Raya Gandeng Sentra Eduglobal

  • 28 Jul 2026 10:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Muhammadiyah se-Solo Raya terus mematangkan langkah peningkatan mutu pendidikan.

Salah satunya melalui jalinan kerja sama dengan lembaga Sentra Eduglobal untuk memperkuat program bilingual school sebagai bagian dari persiapan pembentukan International Class Program (ICP). Agenda tersebut diisi dengan paparan program kerja sama bersama jajaran pimpinan Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Solo Raya, serta pelatihan bagi para guru pengajar.

Representative dari Sentra Eduglobal, Honny Stewart, menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada penguasaan bahasa Inggris peserta didik serta pengembangan berbagai keterampilan.

"Tujuannya bukan sekadar menjadikan sekolah bilingual dengan bahasa pengantar, bahasa Inggris saja, tetapi bagaimana siswa-siswi benar-benar bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik. Selain itu, dalam program bilingual plus ini, kami juga mengasah keterampilan berpikir tingkat tinggi, literasi digital dan media, hingga keterampilan memecahkan masalah (problem solving skills)," kata Honny Stewart saat ditemui di acara pada Senin, 27 Juli 2026 di Sunan Hotel.

Honny menambahkan, pendampingan guru dilakukan secara intensif di masing-masing sekolah, di mana tim akademik memberikan pelatihan mengajar dan pengelolaan kelas serta melakukan evaluasi berkala.

Hingga kini, sedikitnya 24 sekolah di wilayah Solo Raya telah menjalin kesepakatan kerja sama dalam program ini. Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Klaten, Wahono, yang hadir mewakili Korda Solo Raya, menyambut positif kolaborasi tersebut.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memenuhi target persyarikatan dalam menghadirkan kelas internasional di setiap daerah.

"Program ini sangat bagus untuk persiapan ICP yang diprogramkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah, di mana targetnya setiap daerah minimal memiliki satu ICP baik di tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Ini menjadi bagian dari upaya sekolah Muhammadiyah untuk terus berkemajuan dan meningkatkan kualitas guna menjawab tantangan global," ucap Wahono.

Di sisi lain, Kabupaten Boyolali menjadi salah satu wilayah percontohan yang telah mengimplementasikan program bilingual ini. Ketua Dikdasmen dan PNF PDM Boyolali, Kamtar, mengungkapkan bahwa respon masyarakat dan orang tua murid sangat positif.

"Di Boyolali sudah ada 11 sekolah jenjang SD/MI hingga SMP/MTs yang menjalankan program ini. Antusiasme orang tua sangat tinggi, bahkan pendaftaran untuk dua tahun ke depan sudah ada yang inden. Program ini juga selaras dengan penguatan layanan unggulan sekolah dalam memanfaatkan kebijakan lima hari sekolah," ujar Kamtar.

Melalui pelatihan dan pemaparan materi yang diikuti puluhan peserta dari Majelis Dikdasmen serta perwakilan guru se-Solo Raya ini, diharapkan sekolah-sekolah Muhammadiyah dapat terus melakukan lompatan kualitas dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....