Kemendikdasmen Lirik Karanganyar Jadi Pilot Project Program PKW Nasional

  • 24 Jul 2026 22:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menjadikan Kabupaten Karanganyar sebagai pilot project nasional pelaksanaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW). Daerah ini dinilai sukses melakukan integrasi antara pembekalan wirausaha dan pengujian kompetensi bagi para pesertanya.

Langkah integrasi tersebut membawa angin segar bagi penataan pendidikan vokasi nonformal di Indonesia. Karanganyar menjadi daerah pertama yang menerapkan skema komprehensif ini secara penuh kepada ratusan warga belajarnya.

Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen jajaran Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Inovasi ini membedakan Karanganyar dengan daerah lain yang umumnya hanya berfokus pada pelatihan dan permodalan wirausaha semata.

“Di Karanganyar ini sangat lengkap dan bisa menjadi percontohan nasional karena peserta PKW tidak hanya dirilis untuk berwirausaha, tetapi juga dibekali sertifikat kompetensi. Sertifikat ini sangat bermanfaat saat mereka melamar ke industri di dalam maupun luar negeri,” ujar Yaya Sutarya, kepada wartawan saat menghadiri kegiatan penutupan dan penyerahan BSU lembaga kursus dan pelatihan Astina Wijaya di kantor Disdikbud Karanganyar, Jumat 24 Juli 2026.

Yaya menjelaskan pelatihan berstandar nasional ini memangkas porsi teori hingga 5 persen saja dan mengalokasikan 95 persen sisanya untuk praktik langsung. Durasi pembelajaran yang ditempuh mencapai 150 jam pelajaran dengan pengawasan instruktur berkualifikasi tinggi.

Selain sertifikat keahlian, para alumni program PKW di Karanganyar juga difasilitasi dalam penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dari Kementerian Perdagangan. Pemberian izin legalitas ini dirancang agar lulusan dapat langsung mengoperasikan usahanya secara sah.

“Jadi mereka sudah dikasih uji kompetensi, dikasih keterampilan, dikasih modal, dan dikasih izin berusaha. Ini sangat lengkap sekali dan baru saya tahu di Karanganyar ada PKW yang dikasih uji kompetensi seperti ini,” kata Yaya.

Kemendikdasmen berharap pola integrasi pelatihan, sertifikasi, dan legalitas usaha di Karanganyar ini dapat direplikasi oleh daerah lain. Keberhasilan program ini diyakini mampu menekan angka pengangguran terdidik dan menciptakan wirausahawan muda yang tangguh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....