Kenaikan Harga Aspal Sempat Tunda Lelang Proyek Infrastruktur Solo

  • 23 Jul 2026 14:54 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Kenaikan harga aspal akibat meningkatnya harga bahan bakar sempat menunda proses lelang sejumlah proyek infrastruktur Pemerintah Kota Surakarta pada 2026. Kondisi tersebut membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) harus menyesuaikan kembali Harga Satuan Pokok (HSP).

Kepala DPUPR Kota Surakarta, Nur Basuki, mengatakan proyek rekonstruksi Jalan Kolonel Sugiyono, Jalan Yos Sudarso, dan pekerjaan pengaspalan lainnya semula dijadwalkan mulai dilelang pada April 2026. Namun, rencana tersebut tertunda karena terjadi lonjakan harga material.

"Jadi seperti pengerjaan Jalan Kolonel Sugiyono, Jalan Yos Sudarso dan semua kegiatan yang terkait aspal itu direncanakan sebenarnya bulan April sudah mulai lelang, tetapi waktu itu ada pergerakan harga yang cukup signifikan akibat kenaikan minyak," katanya, Kamis 23 Juli 2026.

Nur Basuki menjelaskan harga aspal yang semula berada di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp1,7 juta per ton meningkat menjadi sekitar Rp2,4 juta per ton. Kenaikan tersebut membuat pemerintah harus menyusun kembali HSP agar sesuai dengan kondisi pasar.

Menurutnya, penyesuaian dilakukan untuk menjaga akuntabilitas proses pengadaan. Pemerintah juga ingin menghindari potensi persoalan apabila harga material kembali turun setelah kontrak ditandatangani.

"Proses penyesuaian harga yang berubah secara signifikan membuat kami tidak berani melelangkan dengan harga tinggi. Karena ketika di perjalanan ada penurunan harga nanti kita dianggap ada indikasi mark up. Itu yang kami hindari," ucapnya.

Setelah harga aspal relatif stabil di kisaran Rp1,9 juta hingga Rp2 juta per ton, proses lelang kembali dilaksanakan. Sejumlah proyek jalan, penataan pedestrian, hingga pembenahan jembatan kini telah memasuki tahapan tersebut.

Nur Basuki menambahkan proyek yang didominasi pekerjaan beton, seperti pembangunan jembatan dan saluran, dapat dilelang lebih awal. Hal itu karena kenaikan harga material beton hanya berkisar 6 hingga 10 persen sehingga tidak terlalu memengaruhi perencanaan anggaran. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....