Bukan Sekadar Semen dan Aspal, TMMD Sragen Bangun Jembatan Hati TNI-Warga

  • 14 Mei 2026 14:54 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Di bawah terik matahari Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, suara deru mesin dan dentingan cangkul biasanya mendominasi suasana. Namun, di sebuah teras rumah sederhana milik warga bernama Warti (atau akrab disapa Watik), suasananya jauh berbeda.

Tidak ada deru mesin, yang ada hanyalah tawa renyah dan obrolan hangat yang mengalir di antara kepulan aroma bumbu dapur. Seperti Kamis 14 Mei 2026, pemandangan unik tersaji di sela-sela kesibukan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-128 Kodim 0725/Sragen.

Seorang anggota Satgas berpakaian loreng tampak duduk bersila di lantai teras, tangannya cekatan membantu Warti menyiangi sayuran dan menyiapkan bumbu dapur.

Bagi warga luar, mungkin pemandangan ini tampak kontras seorang prajurit yang biasanya memegang senjata, kini justru berkutat dengan cabai dan bawang. Namun bagi Warti, kehadiran para anggota Satgas TMMD sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

"Bapak-bapak Tentara itu ramah, sopan, dan ringan tangan. Mereka tidak sungkan membantu pekerjaan kami yang sepele begini," ujar Warti sembari tersenyum lebar.

Saking terkesannya dengan etos kerja dan kesantunan para prajurit, Warti melontarkan seloroh yang membuat suasana makin pecah dalam tawa.

“Saya sampai bilang sendiri, pengin punya mantu Tentara,” ucapnya polos.

Bagi Warti, sosok prajurit TMMD adalah paket lengkap, disiplin saat bekerja membangun jalan dan rehab rumah, namun tetap rendah hati saat bersosialisasi. Menurutnya, memiliki menantu seorang abdi negara akan membuat suasana rumah menjadi "adem" dan penuh semangat gotong royong.

Program TMMD Reguler Ke-128 ini memang bertujuan mempercepat pembangunan fisik di pelosok Sragen. Namun, di balik target beton dan aspal, ada misi yang lebih dalam kemanunggalan TNI dan Rakyat.

Momen-momen sederhana seperti, membantu warga memasak di dapur.

Membersihkan lingkungan sekitar rumah warga. Bercengkerama sambil minum teh di sore hari.

Inilah yang menjadi "nyawa" dari program TMMD. Sekat-sekat antara aparat dan masyarakat seolah luruh dalam semangat gotong royong.

Anggota Satgas yang sehari-harinya berjibaku dengan material bangunan, tetap menyempatkan diri untuk hadir secara emosional bagi warga setempat.

Kehangatan di Desa Puro ini menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak hanya hadir sebagai pembangun desa, tetapi juga sebagai bagian dari denyut nadi kehidupan masyarakat.

Bagi Warti dan warga lainnya, pembangunan infrastruktur mungkin akan selesai dalam hitungan pekan, namun kenangan akan kebaikan dan kedekatan para prajurit akan membekas selamanya.

Sambil terus mengiris bumbu, tawa Warti kembali pecah saat anggota Satgas menyahuti candaannya soal "mantu tentara" tersebut. Di teras rumah itu, TMMD telah berhasil membangun sesuatu yang jauh lebih kokoh dari sekadar jalan aspal: yakni harapan dan rasa kekeluargaan. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....