Dolanan Anak Kembali Digaungkan di SDN Kusumodilagan Solo Saat HAN 2026

  • 23 Jul 2026 14:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Sekolah Dasar (SD) Negeri Kusumodilagan Surakarta menggelar kegiatan edukatif di halam sekolah setempat, Kamis, 23 Juli 2026.

Sebanyak 90 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diajak mengasah kemampuan motorik secara langsung melalui semarak aneka permainan tradisional di halaman sekolah. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SD Negeri Kusumodilagan, Janti Wurdiana, menjelaskan acara dimulai dengan pembiasaan numerasi selama 30 menit.

Setelah sesi tersebut, para siswa dibebaskan mempraktikkan langsung beragam permainan tradisional seperti dakon, lompat tali, engklek, gobak sodor, hingga bola bekel secara berkelompok.

"Mungkin di rumah kegiatan psikomotor anak itu cenderung terbatas karena kebanyakan main HP. Sehingga, kalau ada kesempatan menghadirkan permainan yang masih menggunakan olah fisik yang tidak berbahaya, kami mencoba memasukkan itu sambil melestarikan warisan budaya," ujar Janti di sela-sela kegiatan, Kamis, 23 Juli 2026.

Janti berharap pendekatan belajar sambil bermain ini mampu memotivasi para siswa agar lebih semangat dalam menimba ilmu ke sekolah.

Pihaknya berupaya membuktikan proses pembelajaran tidak melulu harus duduk diam di kelas, melainkan bisa melalui aktivitas yang menyenangkan demi menyeimbangkan kemampuan kognitif dan psikomotorik.

Kemeriahan perayaan Hari Anak Nasional di sekolah tersebut turut mendapat dukungan dan kehadiran langsung dari Camat Pasar Kliwon, Ari Wibowo.

Bersama jajaran pemerintah kelurahan setempat, ia berinteraksi dengan para siswa melalui permainan tebak-tebakan berhadiah sekaligus memberikan motivasi pengenalan profesi.

Kehadiran Ari Wibowo pada awalnya bertujuan untuk berkoordinasi terkait kondisi sekolah yang tahun ini hanya menerima delapan orang siswa baru di kelas satu.


Kendati jumlah penerimaan siswa tersebut terbilang minim, ia menjamin perhatian dan pemenuhan kualitas pendidikan dari pemerintah sama sekali tidak akan dibedakan.

"Hari anak ini menjadi cerminan bahwa setiap anak mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan dan kesehatan, walaupun di sekolah ini hanya delapan siswa. Semoga anak-anak kita tumbuh sehat, pandai, dan mendapatkan lingkungan yang mendukung masa depan mereka," kata Ari. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....