Matematika Tersembunyi di Balik Lagu Dolanan
- 20 Feb 2026 11:28 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Nalar matematika ternyata tak melulu hadir di ruang kelas atau di balik deret angka di papan tulis. Nalar itu hidup dalam lagu dolanan anak melalui pola lirik yang berulang, hitungan yang teratur, dan sajak a-b a-b yang dilantunkan dengan riang. Seni dan matematika bertemu secara alami, menyatu dalam permainan tradisional yang akrab di tengah masyarakat.
Pemikiran tersebut disampaikan oleh Dosen Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta, Sri Lestariningsih, M.Sn. saat berdialog dengan Pro4 RRI Surakarta (95,2 FM) pada Kamis, 19 Februari 2026. Tari, sapaan akrabnya, melihat lagu dolanan sebagai ruang belajar yang cair dan kontekstual.
Walaupun begitu, tidak semua lagu dolanan matematis. "Ada kategorisasinya, yaitu misalnya, lagu dolanan dilihat dari tujuan penciptaan, cara penggarapannya atau bahkan dari sisi peruntukannya. Hal itu menjadi indikator untuk melihat bagaimana posisi lagu dolanan itu," ucapnya.
Tari mengatakan lagu dolanan menurut proses penciptaannya adalah lagu yang lahir dari permainan anak-anak. Lag-lagu tersebut dibuat dari pola permainan seperti hitungan, urutan, dan pengulangan, lagu dolanan pada dasarnya bersifat matematis, diantaranya: "Cublak-Cublak Suweng" dan "Jamuran". Dalam "Cublak-Cublak Suweng", anak-anak tak sekadar menyanyikan lirik berulang.
Mereka memahami alur permainan, membagi dan memitigasi peran, serta menyusun strategi. Tangan yang mengepal sebagai tempat “suweng” atau sesuatu yang berharga/ bernilai yang sedang disembunyikan, menjadi teka-teki yang melatih logika dan kepekaan dalam membaca peluang. Ada konsep giliran, ada siklus yang berputar dan kembali ke awal, semacam modul yang bergerak dalam pola tetap.
Begitu pula dalam Lagu Dolanan lainnya yang berjudul "Jamuran". Tak hanya bernyanyi, Anak-anak bergerak mengiringi lagu dolanan dan membentuk lingkaran, menentukan titik, serta bergerak mengikuti aba-aba. Dari titik-titik itu lahir pola yang mana dari pola tersebut terciptalah keteraturan. Tubuh menjadi medium praktik matematika, menghitung langkah, membaca ritme, memahami perubahan formasi.
Di tangan anak-anak, produk budaya menjadi ruang belajar yang hangat dan membumi. Lagu dolanan tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga menumbuhkan nalar, mengajarkan pola, strategi, dan keteraturan secara alami, melalui permainan yang menggembirakan.
- Berikut ini lirik lagu "Cublak-Cublak Suweng":
cublak cublak suweng
suwenge ting gelenter
mambu ketundhung gudhel
pak gempo lera lere
sopo ngguyu ndhelikkake
Sir-sir pong dele kopong
Sir-sir pong dele kopong
- Berikut ini lirik lagu "Jamuran":
Jamuran ya ge-ge thok,
Jamur apa ya ge-ge thok
Jamur apa ya ge-ge thok
Jamur gajih mbejijih sak ara-ara
Sira mbadhe jamur apa?
(Dinar Rusydiana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....